My First Timester Pregnancy

Assalamualaikum,

Well kali ini saya akan menulis tentang pengalaman saya menjalani trimester pertama kehamilan saya.

pertama saya akan menceritakan bagaimana saya bisa tahu kalo saya hamil. Sebenarnya agak lucu juga karena saya mengetahuinya secara tidak sengaja.

Semua berawal dari rumah (loh ya iya lah) pada postingan sebelumnya saya sudah menceritakan bahwa saat ini saya pindah mengikuti suami saya ke sintang, dengan keadaan tersebut otomatis aktivitas saya yang tadinya super sibuk dan super stress berkurang drastis, saat pertama saya pindah saya berencana untuk tetap bekerja sambil mengurus suami jadilah selama 2 minggu awal keberadaan saya, yang saya lakukan adalah menyebarkan CV ke semua instansi yang mungkin menerima saya sehingga motor yang biasanya dipakai suami saya ke rumahsakit tempat dia bekerja saya pakai.

Satu lagi kebiasaan saya ketika semua pekerjaan rumah telah selesai kemudian yang saya lakukan adalah tidur siang. Saat itu setelah selesai tidur siang saya merasa kegerahan dan ingin sekali mandi selain itu saya juga berencana untuk menjemput suami saya.

Jarak dari kamar tidur ke kamar mandi memang tidak jauh kebetulan sembari jalan ke kamar mandi tidak sengaja saya melihat alat tes kehamilan di rak obat tempat praktik dokter suami saya karena saya iseng maka saya ambil satu, kemudian saya coba untuk melakukan tes kehamilan namun saat itu saya tidak berpikir macam-macam dan tidak mau berharap terlalu banyak karena sudah berulang kali saya melakukan tes dan hasilnya hanya satu garis, garis controlnya saja.

ternyata setelah ditunggu, hasilnya menunjukan hal yang aneh. Terdapat 2 garis namun dengan satu garis yang masih samar dan berwana pink. Tidak yakin dengan hasil itu, saya memberitahu suami saya mengenai hal tersebut, saya berharap mendapatkan penjelasan yang memuaskan biar bagaimanapun suami saya kan dokter pasti paham (pikir saya begitu).

Ternyata suami saya juga tidak meyakini bahwa itu menandakan saya positif hamil. Dia bilang lebih baik saya tunggu telat menstruasi saja dan melakukan tes ulang. Parahnya saya tidak ingat tanggal berapa saya haid. Kemudian karena saya masih penasaran maka saya konsul dengan adik saya yang bekerja sebagai bidan. Adik saya menjelaskan bahwa hormon HCG tidak akan terdeteksi jika memang tidak ada proses pembuahan dia langsung menyelamati saya bahwa saya akan menjadi seorang ibu.

Nah saya dilema kan antara apakah saya harus mempercayai Dokter ataukah Bidan..ditambah saya tidak ingat tanggal berapa haid terakhir saya. Jadilah saya hanya bisa merenung…btw begini bentuk hasil tes saya:

First time pregnancy testTerlihat disana kan kalau garisnya masih sangat samar…semua itu menjadi sangat membingungkan bagi saya. Saya tidak bisa berharap terlalu banyak, Adik saya menasehati agar saya melakukan tes kehamilan dengan menggunakan urine pertama setelah bangun tidur karena kadar HCG nya tinggi sehingga bisa terlihat lebih tebal garis yang menandakan kehamilannya.

Keesokan harinya dengan semangat penasaran saya melakukan tes kehamilan dengan urine pertama bangun tidur ternyata hasilnya sama. Saya kembali bingung…yang saya lakukan saat itu adalah menelepon eyang putri saya di purwokerto tapi eyang putri juga meragukan akhirnya saya konsul dengan tante saya yang seorang perawat beliau mengatakan saya positif hamil…kemudian saya bertanya ke teman saya yang berprofesi sebagai dokter hewan dia bilang saya positif hamil (ini gak nyambung sih), tidak puas dengan semua itu, saya kembali bertanya kepada kakak perempuan saya yang berprofesi sbg bidan juga beliau mengatakan bahwa saya positif hamil.

Tapi suami saya masih meragukan sampai pada akhirnya setelah saya menunggu hingga melewati tanggal perkiraan haid terakhir, saya memberanikan diri untuk melakukan tes ulang..dan hasilnya memang lebih tebal kemudian saya tunjukan hasilnya kepada suami saya kebetulan saat itu saya menunjukannya di rumahsakit, mungkin suami saya masih tidak yakin dengan hasil tes kehamilan saya, untuk mendapatkan second opinion dia memanggil bidan rumahsakit dan menunjukan hasil tes kehamilan saya kepadanya,Bidan tersebut berkata “ini positif dok” tapi untuk yakinnya di cek saje ke Obgyn.

Suami saya langsung sumringah mengetahui istri tercintanya hamil. Kira-kira 3 hari setelah saya dinyatakan hamil dan suami mempercayai hal tersebut, saya merasakan keanehan mungkin karena perubahan hormon terdapat flek-flek dan perut saya agak mulas. Takut terjadi apa-apa kemudian akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mengkonsulkan hal tersebut ke Obgyn.

Setelah sampai di Obgyn dan melakukan konsultasi, Obgyn pertama menjelaskan bahwa saya memang positif hamil walopun hasil tes saya masih samar karena alat tes kehamilan tidak akan bereaksi ketika tidak ada HCG yang terdeteksi. Kemudian sedihnya Beliau menyampaikan bawa saya harus bedrest total karena pada trimester awal kehamilan jika terdapat flek dan rasa mulas maka itu tandanya bisa terjadi kemungkinan keguguran. Obgyn juga menyarankan agar saya melakukan cek up 2 minggu setelahnya.

Saat itu saya sangat sedih, Obgyn hanya memberikan saya obat penguat kandungan (Cygest 200 mg) dan menyarakan untuk bedrest total. Akhirnya sejak saat itu suami saya benar-benar menjadi suami yang siaga. 2 minggu setelahnya saya dan suami kembali mendatangi Obgyn untuk cek up. Beliau bertanya apakah saya masih mengalami flek, saya jawab tidak.

Saat itu yang ada dipikiran saya adalah saya ingin memastikan bahwa kehamilan saya berada di posisi dan bentuk yang benar. Bukan kehamilan Ektopik (kehamilan diluar rahim) atau kehamilan Morula (Hamil Anggur). Obgyn mempersilahkan saya untuk melakukan USG.

Saat awal USG, Obgyn mengalami kesulitan untuk mengetahui letak Gestational Sac (Kantung Kehamilan) akhirnya saya disarankan untuk meminum air agar kandung kemih saya penuh dengan air dan bisa menekan rahim. Saya menuruti saran Obgyn untuk menunggu di luar dan minum air sebanyak mungkin sampai saya kebelet pipis.

Sekitar setengah jam kemudian, Obgyn memanggil saya dan suami walopun saya belum benar-benar ingin pipis. Saat USG kedua, Obgyn masih juga kesulitan mengetahui letak Gestational Sac saya, sampai lama dan akhirnya ketemu namun wajah Obgyn memperlihatkan sesuatu yang tidak menggembirakan dan mulailah Obgyn menyampaikan bahwa dia tidak yakin kalo posisi Gestational Sac saya berada di rahim. Saya pun langsung lemes.

sambil ngomong sana-sini tiba-tiba Obgyn meminta saya untuk melakukan USG ketiga kalinya…dengan perasaan yang sudah desperate saya menuruti saran Obgyn..dan akhirnya Obgyn tersenyum. Saya dipersilahkan duduk dan kemudian beliau memprinkan hasil USG saya dan menuliskan GS INTRAUTERIN (Kantong kehamilan berada didalam rahim) TP (Tanggal Partus/Tanggal perkiraan kelahiran) 16 Januari 2014, Usia kehamilan 6-7 minggu. Saya sangat bahagia…sampai sedikit meneteskan air mata. Mungkin suami saya juga merasakan hal yang sama. Beginilah kira-kira hasil USG saat kehamilan 6-7 minggu:

f44d320acdd411e28b8322000a1f92ef_7

Setelagnya kami pulang dengan perasaan bahagia. Ternyata seminggu setelah itu saya mengalami hiperemesis gravidarum (muntah berlebihan) yang akhirnya saya harus masuk RS kebetulan yang merawat saya adalah suami saya sendiri dari mulai memilihkan cairan infus dan obat anti muntah yang aman bagi ibu hamil karena yang merawat adalah suami saya, saya bisa bernegosiasi berapa lama saya di RS dan harus pakai infus hehehehe…saat itu saya hanya mau di opname 3 hari padahal ya kondisi saya belum begitu baik.

Penderitaan saya belum berakhir seminggu setelah saya masuk RS saya terkena batuk berdahak dan sesak plus pilek selain itu hiperemesis saya masih berlangsung. Suami saya menyarankan agar saya meminum obat batuk GG atau ambroxol sebagai ekspektoran dahak namun saya tolak karena saya masih bisa menahan. Sampai saya akhirnya tidak tahan dan meminum GG dan akhirnya diganti dengan ambroxol. Namun karena saya merasa tidak begitu nyaman dengan obat dan saya juga mengkhawatirkan kondisi janin saya maka saya memustuskan untuk tidak meminum obat lagi saya hanya minum obat selama 3 hari selebihnya saya tahan. Dan hal itu berlangsung hampir satu bulan..(hiks hiks).

Saya hanya bisa berbaring dikamar, makan pun hanya sedikit saja. Sedih sekali rasanya. Tepat setelah sebulan saya sudah bisa sedikit menelan makanan dan batuk juga sudah mereda saya iseng membaca forum ibu hamil, disitu disampaikan bahwa beberapa hal yang harus diperhatikan adalah apakah mengalami Blighted Ovum (kehamilan Kosong) karena tidak ada tanda spesifik apakah seorang ibu mengalami BO atau tidak dan parahnya BO bisa bertahan sampai usia kehamilan 16 minggu (4 bulan).

Jadilah saya kepikiran sedangkan suami saya biasa-biasa saja mungkin karena saya tidak pernah mengeluhkan macem-macem kecuali saat itu saya sekali lagi mengalami flek karena stress dengan cuaca di sintang.

Suami menyarankan agar saya melakukan cek up di akhir juni saja saat kehamilan saya sudah melewati masa 11 menuju 12 minggu.

Singkat cerita saya dan suami kembali menemuni Obgyn pada akhir Juni ini dan tanpa kesulitan yang berarti Obgyn berhasil melakukan USG dengan baik dan menyatakan bahwa Janin sudah berkembang, Detak Jantung positif dan janin saya sehat.

Sujud syukur, praise to Allah…dan inilah hasil USG kehamilan usia 11 menuju ke 12 minggu:

80c16cb0df9111e2a2f022000a9e0b54_7

Nah sekian dulu ya postingan pengalaman saya tentang kehamilan trimester semoga ada hal yang bermanfaat yang bisa diambil dari postingan kali ini. Nanti saya lanjutkan lagi insya Allah untuk postingan kepindahan saya dari Sintang dan kehamilan secontrimester saya…

 

 

Salam hangat semua,

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: