Moving to Sintang West Borneo

Assalamualaikum,

udah lama banget saya gak nulis blog karena saya sibuk kerja kemaren-kemaren dan akhir-akhir ini saya disibukkan oleh aktivitas mual dan muntah-muntah..hehehehe.

Well bahasan kali ini judulnya adalah Moving yang berarti PINDAH…loh maksudnya apa?oke biar saya jelaskan…Officially sejak akhir April saya pindah ke Sintang Kalimantan Barat, sebuah kabupaten terpencil dikawasan Kalimantan Barat.

Heran gak kenapa saya pindah?mana ketempat yang terpencil lagi secara pekerjaan saya dulu berdomisili di Jakarta dan merupakan perusahaan Multinasional pasti gak ada cabang dong di daerah terpencil seperti ini.

Yap, Saya ikut suami saya yang bekerja sebagai Dokter tentara, menemani dan mendampingi suami disini..Perasaan saya setelah pindah ke Sintang mulanya sedih karena pada akhirnya saya harus surrender karir saya dan menjadi ibu rumah tangga biasa, banyak galau, banyak cemberut dan banyak gelisah.

Ini wajar karena memang butuh waktu dan keikhlasan untuk melepaskan cita-cita demi keluarga. Namun seiring dengan berjalannya waktu saya semakin menikmati peran saya sebagai ibu rumah tangga, pagi hari beberes rumah, memasak untuk sarapan suami (kalo sempat), dan menunggu suami pulang, mendengarkan dia bercerita tentang kehidupan karir dan suasana kerja ditambah sekarang Alhamdulillah saya sudah dikaruniai rezeki berupa kehamilan, hal yang paling saya dambakan dari dulu.

Dulu saya mempunyai paradigma yang sempit ketika mendengar seorang wanita yang telah menikah kemudian berani mengorbankan karirnya dan mengikuti suami dan hanya menjadi ibu rumah tangga biasa namun sekarang saya bisa memahami..walopun saya masih ingin tetap dan terus membangun cita-cita dan kemandirian saya sebagai seorang wanita yang berpendidikan.

Menikah bukanlah akhir dari segalanya namun justru awal dari segalanya, awal dari seorang wanita belajar menjadi istri yang baik bagi suaminya, ibu yang baik bagi anak-anaknya dan pribadi yang bijak bagi dirinya sendiri.

Well, ternyata Tuhan mungkin tahu bahwa saya tidak terlalu suka tinggal di daerah terpencil dan Praise to Allah minggu depan saya pulang ke Jawa bukan karena saya ingin meninggalkan suami saya tapi karena suami saya ditugaskan untuk mengikuti pendidikan manajemen rumahsakit bergerak yang merupakan program kerjasama antara TNI AD dengan KEMENKES.

Pendidikan suami saya akan dilaksanakan di Jakarta, selama pendidikan tidak dibolehkan membawa istri karena memang masuk asrama khusus jadilah saya tinggal di Purwokerto kampung halaman saya.

Dengan sudah terbiasanya saya hidup bersama suami kemudian harus berpisah seperti ini, ada rasa sedih yang dalam…tapi semua itu harus saya tepis demi kebaikan karir suami saya.

Menjadi wanita bukanlah hal yang mudah tapi menjadi wanita merupakan kemuliaan tersendiri..

Jangan pernah menyesal untuk selalu memberikan hal yang terbaik untuk suami dan anak-anak karena semua kemuliaan keluarga berasal dari keikhlasan istri dan kasih sayangnya..

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”

Semoga postingan saya bisa sedikit menginspirasi…sampai disini dulu postingannya besok saya lanjutkan lagi tentang sesi kehamilan dan lika-likunya…semoga bermanfaat yaaaa…

 

Salam Hangat,

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: