Kejadian Setelah Periode Pelaporan-PSAK 8 Revisi 2010

Pertama ketika membaca materi tentang kejadian setelah tanggal neraca dipikiran saya masih susah untuk dibayangkan mungkin karena saya tidak terjun langsung dalam praktek penyusunan laporan keuangan, maklum saya kan masih kuliah waktu itu. Saya akan memulai pembahasan mengenai topik ini diawali dengan penjelasan tujuan dikeluarkannya PSAK yang mengatur tentang subsequent event ini

Dalam PSAK 8 Revisi 2008, disebutkan bahwa tujuan pernyataan PSAK 8 ini adalah untuk menentukan:

  • Kapan entitas menyesuaikan laporan keuangannya untuk peristiwa setelah tanggal laporan keuangan;dan
  • Pengungkapan yang dibuat entitas tentang tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit dan peristiwa setelah periode laporan keuangan

Peristiwa setelah periode pelaporan adalah peristiwa yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit, baik peristiwa yang menguntungkan maupun tidak. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Peristiwa yang memberikan bukti atas adanya kondisi pada akhir periode pelaporan (peristiwa penyesuaian setelah periode pelaporan); dan
  • Peristiwa yang mengindikasikan timbulnya kondisi setelah periode pelaporan (peristiwa non penyesuaian setelah periode pelaporan)

Dari dua peristiwa diatas, untuk lebih mudahnya saya akan menjelaskan dari sisi pengalaman saya. Peristiwa yang membutuhkan penyesuaian setelah periode pelaporan misalnya adalah suatu peristiwa yang secara signifikan akan mempengaruhi jumlah yang tercatat dalam laporan keuangan, contohnya jika suatu entitas memiliki suatu jenis investasi dalam bentuk obligasi jika pada saat setelah manajemen menyelesaikan laporan keuangan mereka (menyelesaikan membuat draft laporan keuangan) dan siap untuk terbit ternyata rating obligasi yang dimiliki oleh entitas mengalami penurunan yang cukup signifikan sehingga entitas perlu melakukan penyesuaian terhadap jumlah cadangan kerugian atas investasi tersebut, maka entitas harus melakukan penyesuaian terhadap jumlah investasi obligasi yang dilaporkan dalam jumlah netto (setelah dikurangi dengan cadangan kerugian).

Agak menyimpang dari topik pembahasan, saya perlu menegaskan bahwa tugas penyusunan laporan keuangan dan menyesuaikan segala informasi dalam laporan keuangan merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen, bukan tugas dan tanggungjawab auditor. Tugas auditor hanyalah memberikan usulan atas penyesuaian yang perlu dilakukan oleh manajemen sehingga laporan keuangan dapat disajikan secara handal.

Untuk beberapa kejadian yang tidak secara signifikan mempengaruhi jumlah yang dilaporkan, maka kejadian tersebut hanya perlu di ungkapkan dalam catatan laporan keuangan bagian yang mengungkapkan tentang kejadian setelah tanggal laporan keuangan. Untuk kasus ini, contohnya ketika entitas berencana melakukan corporate action (menerbitkan saham atau obligasi, mengakuisisi perusahaan) setelah laporan keuangan telah diotorisasi oleh manajemen untuk terbit.

Sebenernya kapan sih periode pelaporan keuangan? Biasanya untuk perusahaan di Indonesia periode laporan keuangan itu antara 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Nah kejadian setelah tanggal laporan keuangan itu kapan? Kejadian setelah tanggal 31 desember dan setelah manajemen merampungkan draft laporan keuangan mereka untuk siap terbit. Kapan sebenernya laporan keuangan terbit?Jika entitas merupakan perusahaan yang terdaftar di bursa, maka laporan keuangan terbit dan diserahkan ke otoritas terkait paling lambat di hari kerja terakhir bulan Maret.

Contoh dilapangannya seperti ini, misalkan klien saya jadwal tutup buku adalah di tanggal 31 Desember dan klien saya menyelesaikan draft laporan keuangan di tanggal 14 februari untuk periode pelaporan yang berakhir pada 31 Desember dan direncanakan untuk terbit tanggal 30 Maret maka dari tanggal 31 Desember sampai dengan tanggal 30 Maret itulah yang dinamakan dengan tanggal setelah tanggal laporan keuangan, jika ada kejadian maka kejadian tersebut merupakan peristiwa setelah tanggal laporan keuangan (subsequent event).

Diatas telah disinggung sedikit mengenai beberapa peristiwa signifikan maupun non signifikan yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan. Berikut saya akan cuplikan beberapa peristiwa setelah tanggal pelaporan yang diatur dalam PSAK 8 Revisi 2010.

Peristiwa penyesuaian setelah periode pelaporan

  • Penyelesaian kasus pengadilan setelah periode pelaporan yang memutuskan bahwa entitas memiliki kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Entitas harus menyesuaikan provisi yang terkait dengan kasus pengadilan tersebut sesuai dengan PSAK 57 (Revisi 2009).
  • Penerimaan informasi setelah periode pelaporan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai asset pada akhir periode pelaporan, atau penyesuaian atas jumlah yang sebelumnya telah diakui sebagai rugi penurunan nilai asset, misalnya seperti kebangkrutan pelanggan yang terjadi setelah periode pelaporan, penjualan persediaan setelah periode pelaporan mungkin memberikan bukti tentang nilai realisasi netto pada akhir periode pelaporan
  • Penentuan setelah periode pelaporan atas biaya perolehan asset yang dibeli atau hasil penjualan asset yang dijual sebelum akhir periode pelaporan
  • Penentuan jumlah pembayaran bagi laba atau bonus setelah periode pelaporan. Jika entitas memiliki kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif kini pada akhir periode pelaporan untuk melakukan pembayaran sebagai akibat dari peristiwa setelah tanggal tersebut (lihat PSAK 24, Imbalan kerja)

Sedangkan peristiwa yang tidak membutuhkan penyesuaian terhadap laporan keuangan namun disyaratkan melakukan pengungkapan atas transaksi tersebut misalnya adalah penurunan investasi pada saat setelah tanggal pelaporan keuangan, transaksi ini tidak memerlukan penyesuaian terhadap jumlah yang tercatat dalam laporan keuangan tapi mungkin membutuhkan pengungkapan tambahan atas kejadian tersebut.

Begitu juga dengan pembagian dividen, jika setelah periode pelaporan entitas mendeklarasikan dividen untuk pemegang saham, maka entitas tidak mengakui dividen tersebut sebagai liabilitas pada akhir periode pelaporan.

Nah sekarang bagaimana dengan masalah kelangsungan usaha, apakah hal tersebut dijelaskan dalam PSAK 8 ini, disebutkan bahwa entitas tidak menyusun laporan keuangan dengan dasar kelangsungan usaha jika setelah periode pelaporan diperoleh bukti kuat bahwa entitas akan dilikuidasi atau dihentikan usahanya, atau jika manajemen tidak memiliki alternatif lain yang realistis kecuali melakukan hal tersebut. Jika asumsi kelangsungan usaha sudah tidak tepat, maka dampaknya sangat pervasif sehingga pernyataan ini mensyaratkan perubahan mendasar dalam penggunaan dasar akuntansi, bukan penyesuaian atas jumlah yang diakui dengan dasar akuntansi semula.

Nah demikian kira-kira paparan mengenai peristiwa setelah periode pelaporan, semoga penjelasan saya tidak membingungkan , hehehhee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: