My Daily Report 5: Miskin Tapi Beriman

Well kali ini tulisan saya judulnya emang agak aneh Miskin tapi beriman.

terinspirasi oleh judul buku “Sepatu Dahlan” yang didalamnya menceritakan tentang bagaimana perjuangan Dahlan Iskan dalam memperjuangkan kegetiran hidup.

Miskin tapi beriman, banyak diantara kita yang tidak sadar bahwa sebenarnya beriman itu mempunyai arti yang cukup dalam. Hal yang paling menyedihkan dan bahkan mungkin menyengsarakan di dunia ini adalah hidup miskin.

miskin menjadikan kita terkadang menjadi tidak punya harga diri di depan orang lain, tapi Allah Ta’ala tidak pernah membedakan mana hamba-Nya yang miskin dan mana yang kaya semuanya sama saja di mata Allah Ta’ala.

Kita boleh saja miskin, jangan takut miskin yang harus ditakuti adalah ketika kita tidak beriman.

kaya dengan cara memanfaatkan orang lain, habis manis sepah dibuang…

Dahlan Iskan dan beberapa tokoh besar lainnya memberikan suri tauladan yang baik, bahkan nabi besar Muhammad SAW pun pada awalnya bukan berasal dari keluarga yang kaya, untuk menikahi khadijah saja jika bukan khadijah yang bersedia menanggung biaya untuk menikah beliau tidak akan mengiyakan ajakan khadijah untuk menikah.

Nabi Isa Alaihissalam pun miskin, beliaulah nabi termiskin tapi derajat beliau di mata Allah Ta’ala tinggi.

Allah memang menjamin setiap rizqi hamba-Nya yang ada di muka bumi ini, Allah pelihara dengan baik setiap ciptaan-Nya namun satu hal yang harus dipahami bahwa Rizqi itu harus dijemput dengan cara yang thayib (baik).

Tidak melukai orang lain dan tidak merugikan orang lain.

Dalam batas pandangan mata hati saya, Manusia telah disibukan dengan perkara dan tetek bengek tentang Dunia. Egois, rakus, dan kejam kadang mewarnai setiap perjuangan untuk mendapatkan uang.

Ada yang meraihnya lewat korupsi, ada yang meraihnya dengan cara merampok, menipu, memanfaatkan pacar, bahkan membunuh.

Naudzubillah…

Kemiskinan bukanlah untuk diratapi lebih dari itu kemiskinan adalah kenyataan yang harus dijalani apa adanya begitulah kira-kira kata Dahlan Iskan.

memang benar, apa gunanya meratap? masalah tidak akan selesai dan semuanya juga akan berjalan sama sementara waktu terus berjalan dan berputar.

Terkadang dalam sehari ditengah kelelahan saya, saya berhenti sejenak untuk berpikir merenungkan perjalanan hidup. Jika bisa mata ini menembus sesuatu yang tidak terlihat mungkin segerombolan manusia yang berdesakan setiap paginya tidak hanya terlihat sebagai manusia tapi mungkin bisa dalam bentuk lain sesuai akhlaknya.

Saya sangat mengagumi orang-orang yang berjuang demi hidupnya dan berhasil mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi dengan keringat dan kakinya sendri tentu saja lebih dari itu, dengan doa dan tawakal serta kesabaran.

TAPI SAYA SANGAT MEMBENCI orang miskin yang OPORTUNIS. 

memanfaatkan keringat, jeripayah, dan ketulusan orang lain demi kebahagiaan dan kesejahteraan dirinya. Bagi saya mereka itu SAMPAH

saya harus mengatakan ini, karena memang selayaknya sebutan itu melekat pada mereka.

Alloh ta’ala tidak pernah mengajarkan hamba-hamba-Nya hal semacam itu. Bahkan dalam teori perdagangan syariah ketika pembeli bertemu dengan penjual dan terjadi perniagaan seharusnya penjual memberitahu berapa harga dasar yang ia peroleh atas barang yang ia jual kemudian berapa keuntungan yang ia ambil.

Ijon jelas tidak diperkenankan dalam perniagaan secara syariah.

nah disini Allah Ta’ala mengajarkan kepada kita bahwa dalam memperoleh kekayaan haruslah dengan cara yang beradab sehingga tidak ada salah satu pihak yang dirugikan.

Ojo wedi mlarat wedi nek ora duwe iman

Allah Ta’ala tidak memandang dari berapa besarnya investasi, berapa jumlah deposito, berapa jumlah saham, obligasi yang dimiliki tapi Allah memandang:

– Besarnya Sedekah kita kepada yang seharusnya disedekahi

– Besarnya kecintaan kita kepada Allah yang diejawantahkan melalui ibadah

– Besarnya kecintaan kita pada orangtua dan kerabat

– Besarnya rasa hormat kita kepada dhuafa dan anak yatim piatu

– Ikhlasnya kita dalam menjalani kehidupan.

Malaikat Jibril pernah bertanya kepada Allah ta’ala ketika Allah menciptakan gunung sebagai “saka ning bumi“, Ya Alloh begitu hebatnya gunung hingga ia mampu membuat bumi ini berputar dalam keadaan yang seimbang, adakah sesuatu yang lebih hebat daripada gunung ya Allah?

ada dia adalah besi, karena besi bisa melubangi gunung, kemudian jibril berkata lagi adakah yang lebih hebat dari besi ya Allah? kemudian Allah menjawab ada, Api, karena api bisa melelehkan besi, jibril bertanya lagi adakah yang lebih hebat dari api ya Alloh ? ada yaitu air karena air bisa memadamkan api, kemudian Jibril bertanya adakah sesuatu yang lebih hebat daripada air?Allah menjawab lagi, Ada, dia adalah Angin karena angin bisa membawa air kemanapun, Jibril bertanya lagi, kalo begitu ya Allah adalah sesuatu yang melebihi kehebatan angin?Alloh menjawab lagi ada dia adalah Hamba-hambaku yang IKHLAS

Allah Ta’ala maha baik, apapun keadaan yang kita alami baik itu miskin maupun kaya, itu semua adalah ujian bagi kita.

Miskin harus dijalani dengan ikhlas, sedangkan kaya harus dijalani dengan penuh rasa syukur dan kepasrahan bahwa segala sesuatu itu hanya titipan Allah saja.

Semoga tulisan saya ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, segala sesuatu yang salah berasal dari saya dan kebenaran mutlak milik Allah Ta’ala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: