Sedekah dan Keutamannya

Sedekah dan keutamaannya.

Kali ini saya akan membahas mengenai keutamaan sedekah. Biasanya kita sering melihat banyak pengemis-pengemis dijembatan yang terlihat masih muda dan sehat. Sebagian orang berpendapat bahwa memberi sedekah kepada mereka bisa menjadikan mereka malas dan tidak punya keinginan untuk bekerja mencari nafkah.

Tapi semua itu wallahu’alam menurut saya.

Apa sih arti sedekah itu? Sedekah adalah memberikan sebagaian harta kita kepada orang-orang yang berhak menerima. Sedekah berbeda dengan zakat. Dari segi hukumnya, Zakat itu bersifat wajib seperti yang dijelaskan oleh Allah Ta’ala:

“ Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama dengan orang-orang yang rukuk” QS Al-Baqarah ayat 43

“Dan dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang belebih-lebihan.” QS Al-An’am ayat 141.

“ (Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”” QS. At-taubah ayat 35.

Sedangkan sedekah lebih bersifat sunnah tidak wajib seperti zakat. Sunnah berbeda dengan mubbah. Sunnah jika dikerjakan itu akan menambah pahala sedangkan kalau ditinggalkan akan berdosa. Mubbah jika dilaksanakan tidak mendapatkan pahala sedangkan jika ditinggalkan tidak akan mendapatkan dosa.

Allah Ta’ala menjelaskan tentang sedekah ini dalam Al-Qur’an  sebagai berikut:

“ Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kau miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri” QS.An-Nisa ayat 36

“ (Yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.” QS. An-Nisa ayat 37

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran)” QS. Al-Baqarah ayat 261

Sebenarnya ada gak sih peristiwa yang bisa kita tauladani tentang sedekah ini? Ada, berikut saya akan ceritakan tentang diri saya sendiri.

Sedekah itu bukan hanya sedekah harta saja namun saja berbuat baik kepada orang lain adalah termasuk sedekah.

Dua tahun lalu saat saya sedang dalam pencarian pekerjaan setelah lulus dari Pendidikan Profesi Akuntansi di Yogyakarta,  saya melamar ke banyak perusahaan dan mengikuti banyak tes namun tidak ada satupun yang lolos. Saya hampir putus asa saat itu karena saya memang harus secepatnya mendapatkan pekerjaan.

Akhirnya ketimbang saya tinggal di Yogyakarta meratapi kegagalan saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman, beberapa hari setelah saya berada di rumah dan sedang mengobrol dengan nenek saya tiba-tiba ada sms masuk dari seorang sahabat menawarkan tawaran untuk bekerja di salah satu Kantor Akuntan Publik, saya segera mengiyakan dan mengirimkan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan tersebut.

Tidak beberapa lama setelah saya memenuhi syarat-syarat tersebut, saya mendapat kabar bahwa akhirnya saya diterima tanpa tes. Betapa senangnya saya saat itu, kalo tidak salah saya langsung sujud syukur kepada Allah Ta’ala ditrotoar karena saat mendapat pengumuman tersebut, saya sedang berada di Jalan bersama dengan seorang sahabat. Saya sungguh tidak menyangka bahwa Allah Ta’ala akan memberikan hadiah yang tidak terduga datangnya dan memang pas butuh pas dikasihnya, hehehe Subhanallah, Allahu Akbar.

Dari kejadian itu saya berpikir mengingat-ngingat kembali apa yang menyebabkan Allah Ta’ala memberikan berkah pekerjaan tersebut kepada saya tanpa proses yang berbelit-belit. Ternyata dulu sewaktu masih kuliah saya pernah membantu seorang teman untuk mendapatkan pekerjaan dan itu menjadi investasi bagi saya. Saat saya butuh saat ada.

Sedekah ini juga terdapat dalam beberapa hadist diantaranya adalah:

“Barangsiapa yang mendekat pada-Ku dalam jarak sejengkal, maka aku mendekat padanya dalam jarak sehasta dan barangsiapa yang mendekat pada-Ku dalam jarak sehasta, maka aku mendekat padanya dalam jarak sedepa. Jikalau hamba-Ku itu mendatangi aku dengan berjalan, maka aku akan mendatanginya dengan bergesa-gesa” (Muttafaq’alaih).

“ Tidak berkurang harta karena bersedekah, dan tiada seorang yang memaafkan suatu kezaliman melainkan Allah SWT., menambah kemuliaan,dan tiada seorang yang tawadhu’ (merendah) karena Allah SWT melainkan Allah SWT akan menaikkan derajatnya (HR Abu Hurairah)

Jika kita berwelas asih kepada sesama maka Allah pun akan berwelas asih kepada kita. Kalo ada yang bertanya kalo nanti sedekah kan jadi gak bisa nabung, jadi mengganggu cash flow.

Kekayaan Allah itu unlimited, Allah gak akan menjadi bangkrut hanya karena mengurusi kekurangan kita. Kita membantu Allah mengurusi makhluknya maka Allah akan lebih-lebih mengurusi kita karena sebenarnya Allah Ta’ala tidak membutuhkan kita tapi justru kitalah yang membutuhkan Allah Ta’ala.

Rizki Allah Ta’ala itu akan datang dari arah yang tak terduga, Allah Ta’ala tidak akan membiarkan hamba-Nya kelaparan karena bersedekah, Allah Ta’ala akan turun tangan dengan segala sifat rahim-Nya seperti yang telah dijelaskan oleh dua hadist diatas.

Kemudian siapa sih yang harus kita beri sedekah? Hal ini sudah dijelaskan oleh Allah dalam QS An-nisa ayat 36 dan 37, disebutkan bahwa sedekah sebaiknya diberikan kepada:

  1. Orangtua
  2. Karib kerabat
  3. Anak Yatim
  4. Orang-orang miskin
  5. Tetangga dekat
  6. Tetangga Jauh
  7. Teman Sejawat
  8. Ibnu Sabil
  9. Hamba Sahaya

Sedekah itu dimulai dari yang dekat dahulu, kalau misalnya orang tua kita belum mampu dan masih harus dibantu maka sedekah pertama hendaknya diberikan kepada orangtua kita. Bagi yang sudah menikah, orangtua itu ada dua pertama adalah orang tua kandung dan yang kedua adalah mertua. Kedudukan orangtua ini sangat tinggi dimata Allah Ta’ala. Ketika kita belum menikah, kita wajib menaati orang tua. Setelah menikah bagi laki-laki masih harus taat kepada orang tua kandungnya tetapi bagi istri harus taat kepada suaminya namun tidak berarti bahwa orangtua perempuan akan kehilangan anak perempuannya karena suami tetap mempunyai kewajiban untuk taat kepada mertua. Jadi seorang istri tidak boleh melarang suaminya untuk bersedekah kepada orangtuanya ketika itu memang masih dibutuhkan, tidak ada hak bagi istri untuk itu namun suami juga harus mengerti adab dan akhlak serta fiqh agar tidak terjadi perselisihan diantara keduanya.

Kemudian kepada karib kerabat, termasuk dalam karib kerabat adalah saudara dekat maupun jauh. Kita tidak boleh membiarkan kerabat kita kesusahan tapi kita tidak membantunya karena sejatinya rizki yang kita peroleh bukanlah milik kita semata ada rizki orang lain disana. Karib kerabat harus dipastikan bisa makan, minum, dan tinggal dengan layak ketika kita bisa hidup dengan layak juga. Karib kerabat ketika sudah menikah bukan hanya dari keluarga kita saja namun juga dari keluarga suami atau istri kita.

Kemudian kepada anak yatim, Rasululloh SAW merupakan rasul yang sangat mengasihani anak yatim karena beliau sendiri adalah anak yatim. Pernah suatu ketika di bulan Syawal setelah menunaikan shalat ied beliau bertemu dengan seorang anak yatim dan beliau mendapati anak yatim tersebut menangis. Rasululloh bertanya kepada anak yatim tersebut kenapa di hari disaat semua orang bergembira ia menangis kemudian anak yatim tersebut menjawab bahwa ia bersedih karena dia tidak bisa merayakan idul fitri disebabkan ayahnya baru saja meninggal. Kemudian Rasululloh berkata kepada anak tersebut “hapuslah air matamu, kabarkan kepada ibumu bahwa kamu akan mendapatkan ayah pengganti yaitu aku”. Subhanallah, Rasululloh saja berbuat kebaikan tidak tanggung-tanggung demi kebahagiaan anak yatim tersebut. Kita seringkali menganggap anak yatim yang miskin remeh tapi sebenarnya disana terdapat banyak sekali keberkahan dan pahala yang bisa kita tuai jika kita mengasihani dan berbuat kebaikan kepada anak yatim.

Kemudian sedekah kepada orang-orang miskin jika dilingkungan kita ada tetangga yang untuk makan saja susah maka sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu. Rasululloh SAW bersabda bahwa kemiskinan dekat dengan kekufuran. Hal ini benar adanya mengingat ketika banyak orang miskin yang berada disekitar kita namun kita dan kita hidup mewah maka rawan terjadi kejahatan berupa pencurian dan pemalakan ketika kita menutup mata dengan keadaan tersebut.

Karena yang miskin bisa jadi akan berpikir bahwa Allah Ta’ala tidak adil dengan memberikan rizki yang melimpah hanya kepada si kaya sedangkan yang miskin akan tetap menjadi miskin. Hal ini bisa jadi akan menimbukan kufur nikmat bagi si miskin atas rizki Allah yang telah Ia tetapkan untuknya. Naudzubillah.

Inget gak nabi Ibrahim alaihissalam? Pasti inget dong ya, beliau adalah nabi yang mempunyai akhlak mulia beliau dan satu-satunya nabi utusan Allah yang mempunyai kebiasaan tidak akan makan kalau tidak ada teman untuk menemaninya makan. Pernah pada suatu saat nabi Ibrahim alaihissalam berjalan mencari teman makan sampai berratus-ratus kilo meter jauhnya, beliau memilih untuk tidak makan jika beliau tidak menemukan teman makan.

Coba dibayangkan, Nabi Ibrahim alaihissalam saja yang sudah dijamin masuk surga masih mencari ridha Allah dengan berbagi makanan, apalagi kita yang hanya manusia biasa.

Nah sedekah juga ada aturannya, pertama harta yang disedekahkan merupakan harta yang layak dan masih kita cintai. Contohnya kita misalnya ingin mensedekahkan baju kita ke fakir miskin tapi baju yang disedekahkan sudah lecek sobek dimana-mana maka sedekah kita tidak akan menjadi berkah, bersedekahlah pada apa yang masih kita cintai. Hal ini ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam surat Ali Imran ayat 92:

“ Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan tentng hal itu sungguh Allah Maha Mengetahui”

Yang kedua bersedekahlah dengan akhlak yang baik seperti yang dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam QS. Al-Baqarah ayat 264

“ Wahai orang-orang yang beriman! Jangankah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerima, seperti orang yang menginfakkan hartanya karena pamer kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang diatasnya ada debu. Kemudian batu itu ditimpa hujan hebat. Maka tinggalah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apapun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. “

Yang ketiga kadang dalam hati kita terbesit suatu keinginan agar apa yang sudah kita sedekahkan mendapatkan balasan yang berlipat-lipat ganda, nah hal ini harus dibersihkan karena Allah memerintahkannya dalam QS. Al-Muddastir ayat 6:

“ dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.”

Dari uraian diatas bisa kita simpulkan bahwa sedekah itu pemantik Rizki entah itu rizki uang, kesehatan, jodoh dan pembersih harta kita oleh karenanya bersedekahlah dengan mengharapkan ridha dan pertolongan Allah Ta’ala. Sehabis bersedekah dan atau melakukan amal-amal ibdah hendaknya kita berdoa kepada Allah Ta’ala agar Allah Ta’ala meridhai dan menerima apa yang kita sedekahkan.

Allah menyukai hamba-hambanya yang mengerjakan amal shaleh secara rutin, walaupun kecil tapi sering itu akan lebih baik, karena amal shaleh sebenarnya bertujuan utama untuk membentuk akhlak mulia dan kebiasaan untuk berbagi serta berwelas asih kepada sesama.

Nah apalagi yang ditunggu?mari kita bersedekah dan saling membantu dalam kebaikan agar harta kita berkah dan agar disayang sama Allah Ta’ala.

Sekian dulu ya pembahasan saya tentang sedekah ini semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Akhirul kata, segala kebenaran adalah milik Allah Ta’ala dan segala sesuatu yang salah, keliru, dan menyakitkan adalah dari saya.

 

Salam Hangat Selalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: