Law of Attraction

Law of Attraction

Setalah satu tahun dalam pencarian tentang keikhlasan, ternyata saya temukan juga jawabannya. Mungkin tulisan ini tidak cukup dalam menjelaskan apa itu keihlasan tapi mungkin bisa sedikit menjelaskan bahwa Allah SWT selalu punya rencana yang baik disetiap kejadian. Hidup ini bagaikan tempat mampir saja, seperti mampir minum di kedai karena hakikatnya kehidupan yang abadi adalah kehidupan setelah mati nanti.

Allah SWT menciptakan manusia dan alam semesta dengan tujuan untuk menyembah-Nya. The law of attraction merupakan penjabaran dari konsep keimanan. Iman adalah meyakini yang belum anda lihat dan balasan keimanan adalah melihat yang anda yakini itu (Santo Agustinus Hippo). Definisi iman tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah keikhlasan untuk menerima setiap hal yang telah Allah SWT sediakan bagi hamba-Nya.

Kesedihan dan keluh kesah merupakan hal-hal negatif yang hanya akan membuat alam bawah sadar kita meyakini bahwa Allah tidak adil, padahal Allah mempunyai sifat Yang Maha Adil. Pernahkah anda mendengar bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha untuk mengubahnya. Kalimat “tidak berusaha untuk mengubahnya” identik dengan banyaknya keluh kesah dan tidak menerima apa yang saat ini ditetapkan oleh Allah SWT sehingga Allah SWT akan tetap menjadikan keadaan tersebut kekal bagi mereka selama mereka masih dengan keluh kesah karena hal tersebut identik dengan berburuk sangka kepada Allah SWT. padahal Allah SWT tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya seperti firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 216 yang mempunyai arti sebagai berikut ” …..Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik bagi kalian, dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal sesuatu itu buruk bagi kalian. Dan Allah Mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui”.

Apa yang ditulis oleh Rhonda Byrne dalam dua bukunya yaitu ” The Secret” dan “The Power” menjelaskan adanya hubungan tarik menarik antara Rabb dan hambaNya, sejalan dengan pemikiran Rhonda Byrne penulis Indonesia yang menghasilkan buku Quantum Ikhlas “Erbe Sentanu” juga berusaha untuk mentransformasikan pemikiran-pemikiran mengenai law of attraction ke dalam konsep islam yang ia sebut sebagai quantum ikhlas. Kedua buku itu menjelaskan secara detail mengenai sifat Allah SWT yang Maha Penyayang, Penciptaan manusia disasari oleh Kecintaan Allah SWT terhadap ciptaan-Nya maka tidaklah mungkin Allah SWT selalu memberikan suatu keburukan yang terus menerus kepada salah satu hamba atau kaum-Nya.

Dari penjelasan diatas, maka seharusnya kehidupan kita tidak usah dikeluh-kesahi tidak perlu dikhawatiri akan kepastian masa depan dan sebagainya karena sebenarnya semua kebaikan sudah didepan mata tinggal bagaimana kita menjemputnya. Hukum tarik-menarik “the law of attraction” berfokus pada diri kita sendiri kitalah penulis jalan cerita kita dan Allah SWT  hanya memberikan semacam approval terhadap setiap jalan cerita yang kita inginkan.

Selama bertahun-tahun tanpa ada yang pernah mengajari saya konsep hukum tarik menarik saya mengaplikasikannya. Suatu saat ibu saya mengatakan kepada saya bahwa saya terlalu gendut dan tidak menarik sehingga akan jarang laki-laki yang mendekati saya dan selama bertahun-tahun pula saya hidup dalam paradigma bahwa kelayakan dicintai bertumpu pada tampilan fisik saja. Ketika saya bercermin dan mengiyakan bahwa saya kurang menarik karena saya bertubuh gendut, yang saya rasakan adalah tersiksa, takut, dan minder. Saya takut saya tidak akan dicintai dan tersiksa karena saya tidak cukup menarik untuk dilihat. Setiap hari yang saya rasakan adalah kesedihan dan pertanyaan mengapa saya dilahirkan dengan wujud fisik saya yang seperti ini, tapi itu tidak mengubah saya menjadi wanita yang langsing alih-alih menyalahkan keadaan, kesehatan saya yang terancam karena saya jadi terobsesi dengan diet yang berlebihan. Setelah sekian lama saya berpikir tentang hakikat kebahagiaan, saya menemukan satu jawaban yaitu keyakinan. Merasa optimis terhadap hal yang sebenarnya bagi diri saya sendiri itu mustahil.

Mungkin bagi oranglain keyakinan atas suatu ketidakmungkinan adalah hal gila yang pernah dipikirkan. Namun itu saya sebut sebagai mengimani Allah SWT karena segala sesuatu itu datang dari Allah SWT. Tetapi ada satu hal yang harus diterima bagi pribadi yang semangat untuk mengimani bahwa Allah SWT selalu mengikuti kehendak hambaNya, Allah SWT itu, mempunyai pengetahuan yang lebih luas ketimbang kita hamba-Nya. Ia tahu mana yang baik dan ia tahu mana yang buruk. Saya berusaha untuk mengimani hal tersebut walaupun saat ini saya terseok untuk melawan rasa sakit yang ada. Bapak Mario Teguh pernah mengatakan bahwa meninggalkan keburukan bukan merupakan pengorbanan namun sebuah keharusan. Ketegasan dalam bersikap dan ketegasan dalam memutuskan mana yang harus dipilih dan dipertahankan adalah sebuah tanda pribadi yang ingin membahagiakan dan memuliakan dirinya.

Dalam renungan terdalam, saya menyadari bahwa sejatinya hukum tarik menarik selalu akan bekerja dan yang harus kita ubah adalah perasaan kita tentang kuasa hukum tarik-menarik tersebut. Ibaratkan kebaikan dan keburukan adalah jam pasir, ia pasti akan datang tepat ketika pasir yang berada diatas turun ke bawah. Penting bagi saya dan anda yang saat ini sedang merasakan kegalauan, ubahlah perasaan anda dari galau menjadi rasa syukur karena Allah SWT karena Ia telah memilihkan semua hal baik yang kita butuhkan dan pada akhirnya menjadi kita inginkan. Ketika perasaan kita diubah dari galau menjadi rasa syukur maka jam pasir mulai bekerja dengan kuasa Allah SWT.

Saya saat ini sedang merasakan sebuah keburukan, namun ketika saya merasakan keburukan itu harus saya balas dengan keburukan maka hal tersebut hanya akan menguras tenaga, pikiran, dan kesehatan yang harus saya lakukan adalah membiarkan semua itu terjadi dan meninggalkannya tanpa perasaan apapun. Hidup ini sejatinya adalah kumpulan dari kebaikan, hanya saja nafsu telah mengubahnya menjadi keburukan. Anda tidak dapat mengubah hati seseorang, karena sejatinya hati ini adalah milik Allah SWT bukan milik manusia, Bapak Mario Teguh dalam acaranya “Mario Teguh Golden Ways” mengatakan jika anda ingin kebaikan anda dilihat dan diterima oleh khalayak maka mohonkan kepada Allah SWT melalui doa dan perilaku yang baik agar Allah SWT mengijinkan khalayak mempercayai anda sebagai pribadi yang baik.

Tulisan saya diatas adalah hasil kontemplasi saya ketika saya dipaksa oleh Allah SWT untuk meninggalkan sebuah keburukan untuk menjadi pribadi yang pantas bagi kebaikan dan bagi pemuliaan untuk sesama. Sahabat saya, kehilangan sesuatu yang masih kita inginkan, tidaklah mudah, namun yakinlah bahwa suatu saat nanti hukum tarik menarik akan mengantarkan anda pada sebuah keadaan dimana dalam sujud terdalam anda, anda akan sangat mensyukuri keputusan Allah SWT atas apa yang terjadi pada diri kita saat ini.

Jadi taruhlah hati anda pada tempat dimana jam pasir itu bisa mulai bekerja kemudian perhatikan apa yang akan terjadi nanti.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: