My Daily Report 4: Tentang Menulis dan Buku

Menulis dan buku, saya suka sekali menulis dan suka membaca buku bukan hanya karena saya ingin eksis tapi memang saya suka kedua hal tersebut dari kecil.

Kakek saya yang seorang pensiunan tentara memang gemar membaca buku, jadilah saya juga mengikuti kebiasaan beliau. Ngomong-ngomong tentang menulis dari kecil saya sudah biasa menulis dimulai dengan menulis buku diary, jaman itu buku diary kebetulan sedang ngetren.

saya paling tidak bisa menulis novel, entah kenapa dulu sewaktu SMP saya pernah menulis beberapa cerpen tapi tidak saya teruskan, kemudian setelah beranjak dewasa saya menjadi tidak begitu mahir dalam mengimajinasikan sebuah cerita.

genre tulisan saya hanya seputar topik tertentu yang saya sukai saja..kemudian kalo masalah membaca buku juga sama, saya lebih tertarik ke genre buku yang diangkat dari kisah nyata seperti laskar pelangi, kemudian negeri 5 menara, dan sejenisnya.

Kalo dipikir buku-buku itu memiliki kesamaan yaitu semuanya bercerita tentang motivasi dan perjuangan hidup. Semakin saya beranjak dewasa, saya semakin membutuhkan sebuah contoh yang bisa saya ikuti dan saya cermati perjalanan hidupnya.

seperti buku-buku pak dahlan iskan dan pak habibie, buku mereka menginspirasi saya dan mengajarkan saya banyak hal terutama tentang arti perjuangan hidup dan cinta.

Saya sendiri merasa bahwa hidup memang harus dimaknai dengan perjuangan supaya kita bisa menghargai arti keberhasilan.

Masa kecil saya memang tidak penuh dengan perjuangan semuanya serba pas, pas saya pengin pas ada hehehe tapi saya juga bukan tidak pernah merasakan hidup susah. Sejak kecil tepatnya sejak bayi saya diasuh oleh nenek saya, kehidupan nenek saya sangat sederhana bisa dikatakan hanya cukup buat makan saja.

melihat keadaan itu, saya tidak berani untuk meminta ini dan itu dari nenek dan kakek. Masa kecil, dihabiskan untuk sekolah di siang hari dan mengaji di surau saat malam datang kemudian rutinitas dilanjutkan dengan makan malam bersama kakek dan nenek.

Momen makan malam selalu menjadi favorit saya, karena selain masakan nenek saya yang super enaknya kehangatan keluarga juga menjadi suatu yang sampai saat ini saya rindukan.

setelah makan malam, biasanya saya sempatkan untuk menempati meja belajar entah untuk belajar atau hanya untuk menulis buku diary, kebetulan saya senang menceritakan tentang kegiatan saya selama sehari dan menceritakan perasaan saya seharian itu.

setelah beranjak dewasa, kebiasaan menulis terhenti karena tidak ada waktu dan media yang mendukung, waktu jaman kuliah dulu, internet ada sih tapi untuk blog free kayaknya masih jarang atau bisa jadi saya yang kuper jadi gak tahu. Nah untuk menyalurkan hobi menulis saya, dulu saya sempat mengikuti kegiatan pers kampus namanya equilibrium tapi tidak lama.

gitu-gitu saya sempat tersipu malu karena tulisan saya pernah di publish dan dibaca oleh mahasiswa ekonomi sekampus hehehehe….

selain ikut kegiatan pers mahasiswa, saya juga sering menulis tentang ide dan harapan saya di masa yang akan datang biasanya saya tuangkan di laptop banyak draf yang saya simpan dan tidak pernah ter publish.

Setelah bekerja, saya mulai lagi menulis…rentang waktu antara aktifnya saya menulis blog dengan pertama kali saya bekerja memang cukup lama karena pekerjaan saya yang sangat menyita waktu, saya berusaha untuk mencari celah dan selah supaya saya masih bisa menulis dan sesekali membaca buku yang saya beli.

ditengah kesibukan saya bekerja, biasanya saya sempatkan untuk membaca buku saat makan siang kemudian menulis blog pas weekend itupun kalo saya tidak bekerja lembur yang mengharuskan saya untuk fokus menyelesaikan deadline yang ada.

Satu hal yang saya anggap unik, nenek saya selalu memprotes ketika melihat saya pulang kerumah kemudian membuka isi tas saya yang hampir setengahnya berisi buku yang tak bernama.

saya memang tidak begitu tertarik menamai buku yang saya beli, karena saya berpikir bahwa isi dari buku itu bisa dimiliki oleh siapa saja yang berarti buku itu bisa dimililki siapa saja.

mungkin pertimbangan nenekku lebih ke masalah ekonomisnya.

dari buku, saya  belajar memahami frasa kehidupan orang lain dan belajar mengerti tentang perjuangan orang lain dalam menjalani kehidupan.

semoga saya tetap bisa meneruskan hobi menulis dan membaca buku bagaimanapun keadaan saya, dan semoga apa yang saya bagikan bisa bermanfaat buat sesama.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: