My Daily Report 3: What Life Should Be?

Setelah sekian lama enggak ngeblog, akhirnya bisa ngeblog juga….dulu sempet punya blog tapi saya tutup karena ngerasa gak nyaman aja dengan blog yang lama dan akhirnya buat blog baru lagi,

well judul yang diangkat sekarang adalah “what life should be” nah kalo yang ini jawabannya bisa beragam tergantung siapa orangnya.

What life should be, kalo saya sih simple jawabannya hidup ya harusnya sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Alloh Ta’ala. Tapi ada aja godaan supaya hidup itu gak sesuai dengan apa yang diperintahkan sama Alloh.

selama aku hidup di dunia ini, sudah mulai banyak fase yang saya lewati mulai dari fase masa kecil, remaja, dan sekarang beranjak dewasa.

menjadi dewasa itu tidak sulit dan juga tidak mudah, banyak hal yang dipikirkan saat dewasa, hidup menjadi tidak simple lagi tapi satu hal yang bisa menyelamatkan kita dari kehidupan yang susah itu, yaitu kejujuran.

Jujur pada diri sendiri, jujur pada lingkungan sekitar, pada Tuhan dan pada keluarga. Kejujuran, kadang aku pun susah jujur kepada diri sendiri tapi apapun alasannya kita harus selalu berusaha untuk menjadi jujur.

Banyak kasus baik korupsi maupun perselingkuhan itu disebabkan karena tidak jujur. Tidak jujur mengakui bahwa kehidupan ini hanya sebentar saja dan hanya titipan saja.

Pagi ini sebelum berangkat ke kantor, saya sempatakan menonton tv kebetulan sedang ada berita tentang korupsi di departemen agama terkait dengan pengadaan al-qur’an. Dalam hati saya prihatin sekali..kalam Allah, sudah diperlakukan dengan tidak seharusnya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa manusia bangsa ini agar tidak ada adzab yang diturunkan karenanya.

Berita tentang video sex beberapa anggota DPR juga membuat saya bergidik, gimana enggak harusnya mereka itu mewakili kita, kalo orang dipercaya untuk mewakili sekelompok orang apalagi mewakili rakyat Indonesia harusnya mereka punya kualitas keteladanan yang seharusnya tidak usah diragukan lagi, nah kalo akhlaknya saja tidak bisa diandalkan pertanyaannya, apakah bisa pekerjaannya juga kita andalkan?

prihatin memang melihat bangsa Indonesia yang seperti ini. Jujur pada setiap hal yang kita miliki dan jujur kepada setiap keadaan yang Alloh berikan kemudian bersabar atasnya adalah satu-satunya cara agar hidup ada di track yang seharusnya.

Iman itu terbagi menjadi 2 yaitu dalam sabar dan dalam syukur.

Dulu waktu saya masih kecil banyak hal menyenangkan yang saya pikirkan saat membayangkan saya menjadi seorang dewasa tapi ternyata setelah saya dewasa saya sering berharap bisa menjadi bocah kecil mungil yang hidupnya hanya diisi dengan bermain dan tertawa saja.

menjadi dewasa adalah pilihan, saya pun masih sangat sulit untuk mengimplementasikan kriteria “dewasa” yang ideal dimana menjadi dewasa harus paling tidak bijaksana, stabil dalam emosi, bisa menghormati dan menghargai sesama dan keluarga, setia pada setiap keputusan, dan mengerti sejatinya penciptaan diri kita dan mengenal tuhan yang telah mengadakan dunia dan seisinya dengan lebih baik.

Faktanya, terkadang kebijaksanaan terbentur oleh kepentingan dan kebutuhan, bisa sangat flexible tergantung situasi. stabil dalam emosi bisa dikatakan hal yang sulit untuk dilakukan tapi bisa dilatih, saya sendiri pun susah untuk menstabilkan emosi kemudian menghormati dan menghargai orang lain, well kalo ditengok dalam al-qur’an Allah ta’ala menjelaskan dengan gamblang perintah tentang ini terutama tentang menghormati orang tua.

menghormati pengemis dan tidak menghardiknya, memperlakukan anak yatim dan piatu dengan baik…semua telah Alloh Ta’ala jelaskan namun hidup tidak lah sesimple A dan B karena ada saja orang yang tidak mengerti atau sebut saja tidak mau tahu dengan semua perintah Allah Ta’ala.

What Life Should Be?

Life should be rum according to what Allah said in the holly Al-Qur’an and Al-Hadist…

tapi saya sadar 100% bahwa saya juga bukan makhluk yang sempurna, yang bisa mengimplementasikan semua hal yang saya tulis ini dengan baik, tulisan ini saya buat sebagai bahan pengingat bahwa hidup haruslah sesuai dengan apa yang Allah perintahkan.

Hidup tak akan lama dan pasti akan ada ujungnya…setiap hari…setiap detik akan kita lewati dan tidak akan kembali lagi…dalam hidup yang terpenting bukanlah akan menjadi apa kita ini tapi lebih dari itu, bagaimana seharusnya hidup kita berjalan…

karena hidup hanya sekali….dan ketika semuanya berhenti…

makna itu lah yang akan menjadi bekal perjalanan kita dalam menjemput setiap takdir yang Allah telah tetapkan atas kita.

 

 

%d bloggers like this: