Risk Based Audit

Risk Based Audit

Tujuan audit dalam International Standard on Auditing  alinea 3 adalah:

Audit dilaksanakan untuk meningkatkan kepercayaan pemakai laporan keuangan yang dituju terhadap laporan keuangan itu. Tujuan tersebut dicapai dengan pemberian opini audit mengenai apakah laporan keuangan disusun dalam segala hal material sesuai dengan kerangka laporan keuangan yang berlaku.

Terlihat dalam tujuan audit menurut ISA bahwa fokus perumusan opini harus mempertimbangkan segala hal yang material dimana hal-hal material tersebut bisa mengakibatkan auditor gagal dalam memberikan opini yang sesuai atau dengan kata lain auditor harus menanggung risiko audit.

Untuk memitigasi adanya risiko audit yang tinggi, maka didesain sebuah strategi audit yang berbasis risiko atau yang biasa dikenal dengan risk based audit sehingga bisa diambil sebuah definisi tentang audit berbasis risiko:

“ Audit berbasis risiko adalah proses audit yang berfokus pada pengelolaan risiko audit untuk dapat menghasilkan asurans yang  layak (reasonable assurance).”

Risiko bisa dipandang dari dua sisi yaitu dari sisi entitas dan dari sisi auditor. Jika dipandang dari sisi entitas maka fokusnya adalah kepada laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen. Manajemen berusaha agar laporan keuangan yang telah disusun bebas dari salah saji material dengan mempertimbangkan faktor risiko yang mempengaruhi tingkat salah saji dalam laporan keuangan. Risiko tersebut dapat dipetakan menjadi:

  1. Risiko bawaan

Terkait dengan risiko bawaan, entitas mungkin saja menghadapi risiko bisnis yang berdampak terhdap kelangsungan bisnis entitas. Dampak adanya risiko bisnis tersebut harus menjadi pertimbangan manajemen ketika menyusun laporan keuangan sehingga laporan keuangan bisa mencerimkan kondisi riil perusahaan. Selain risiko bisnis, perusahaan juga menghadapi risiko kecurangan (fraud) yang bisa mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian.

  1. Risiko pengendalian

Pengendalian internal didesain oleh manajemen entitas agar aset yang dimiliki perusahaan dapat dikelola dengan baik. Selain itu, pengendalian internal juga berkaitan dengan kebenaran output transaksi ekonomi entitas. Jika pengendalian internal perusahaan baik maka laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen paling tidak bisa mencerminkan kondisi perusahaan oleh karena itu, manajemen wajib untuk melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik dan melaporkannya kepada pihak yang berkepentingan.

  1. Risiko salah saji material

Jika semua risiko yang telah disebutkan diatas telah dipertimbangkan oleh manajemen diharapkan laporan keuangan telah disajikan dengan benar dan bebas dari salah saji material tetapi risiko residu mungkin saja ada. Risiko residu ini bisa disebabkan karena error. Oleh karena itu, manajemen harus menaruh perhatian terhadap terjadinya error agar laporan keuangan yang disusun bisa menjadi basis pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Dari sisi auditior bisa dilihat bahwa melalui tujuan melakukan audit yaitu memastikan apakah laporan keuangan entitas bebas dari salah saji material. Audit berbasis risko berfokus pada kemungkinan risiko terjadi pada semua aspek dalam entitas. Risiko tersebut terbagi menjadi:

  1. Risiko bawaan

Risiko bawaan ini bisa berasal dari karakter akun atau saldo akun yang berkaitan tergantung pada bisnis yang dijalani oleh klien. Pada entitas manufaktur risiko bawaan yang mungkin bisa terjadi adalah pada akun persediaan sedangkan pada entitas perbankan fokus risiko bawaan ada pada piutang debitur. Selain itu, resiko bawaan juga bisa terjadi akibat risiko bisnis yang tengah dihadapi oleh entitas klien. Terkait dengan risiko bawaan, auditor harus bisa melakukan besaran alokasi risiko bawaan saat merumuskan strategi audit yang sesuai.

  1. Risiko Pengendalian

Auditor harus melakukan penilaian atas efektifitas pengendalian internal perusahaan hal ini berkaitan dengan salah saji yang mungkin bisa teradi dalam laporan keuangan. Auditor harus bisa menentukan apakah pengendalian internal perusahaan telah cukup untuk memitigasi kemungkinan misaproprasi aset. Penilaian risiko pengendalian internal ini berkaitan dengan srategi audit yang akan digunakan oleh auditor. Jika pengendalian internal entitas baik maka pekerjaan lapangan yaitu test of detail transaction serta pengumpulan sampel yang digunakan tidak akan terlalu mendalam begitu juga dengan sampel yang digunakan tidak akan terlalu banyak dan luas.

  1. Risiko salah saji material

Selain kedua risiko tersebut diatas auditor juga harus mempertimbangkan risiko salah saji material lain yang bisa menyebabkan opini yang diberikan oleh auditor salah sehingga bisa menyesatkan pengguna laporan keuangan.

Bagaimana melakukan audit berbasis risiko?

Pelaksanaan audit berbasis risiko ini bisa dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu:

  1. Penilaian risiko (Risk Assesment)

Auditor harus melaksanakan prosedur penilaian risiko untuk mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji material yang mungkin terjadi selama penugasan audit dan juga risiko hukum yang mungkin dihadapi oleh auditor. Penilaian risiko ini ada pada tahap perencanaan audit melalui pemahaman secara menyeluruh dan komprehensif terhadap bisnis yang dijalani oleh klien, komunikasi dengan auditor terdahulu serta dari media elektronik dan media cetak perihal informasi mengenai keadaan tertentu yang dihadapi oleh entitas klien (jika ada).

Hal yang harus dilakukan dan diperhatikan oleh auditor dalam penentuan penilaian risiko (risk assessment) diantaranya adalah:

  • Melibatkan senior auditor yaitu partner. Hal ini dilakukan karena partner mempunyai pengalaman dan insight tentang bagaimana menilai risiko suatu entitas.
  • Menekankan skpetisme professional (professional sceptism). Auditor disarankan untuk tidak begitu saja percaya bahwa manajemen dan those charge with governance (TCGW) telah bersikap jujur dan berintegritas. Auditor harus terus mengembangkan rasa ingin tahu dengan mempertanyakan semua hal yang berkaitan dengan audit selama perikatan berlangsung.
  • Merencanakan audit dan memastikan bahwa strategi audit yang dipilih oleh auditor telah sesuai sehingga tujuan audit bisa tercapai. Selain itu, auditor juga harus mempertimbangkan kecukupan bukti audit dan kompetensi bukti audit yang diperoleh.
  • Auditor juga harus melaksanakan diskusi dengan sesama internal tim audit dan komunikasi berkelanjutan dengan internal tim. Hal tersebut dilakukan untuk:
  • Mengidentifikasi area signifikan yang mengandung risiko
  • Menilai keefektifan strategi audit. Strategi audit perlu dievaluasi agar tujuan audit bisa dicapai.
  • Menentukan tanggung jawab personel audit.
  • Mengidentifikasi kecurangan yang mungkin bisa terjadi selama proses penugasan audit.
  • Fokus terhadap identifikasi risiko dengan cara mempertimbangkan secara komprehensif risiko-risiko yang relevan
  • Mengevaluasi pengendalian internal entitas klien
  • Menggunakan kearifan professional dalam melakukan berbagai professional judgment
  1. Respon terhadap Risiko (Risk Respond)

Dalam tahap respon terhadap risiko, auditor berfokus pada merancang dan melaksanakan prosedur audit yang sesuai.

  1. Pelaporan (Reporting)

Dalam melaksanakan pelaporan, auditor merumuskan pendapat berdasarkan bukti audit yang diperoleh sehingga kesimpulan yang ditarik sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Manfaat audit berbasis risiko adalah:

  • Upaya bisa difokuskan pada risiko sehingga cost yang dikeluarkan oleh audit sesuai dengan benefit yang didapatkan
  • Audit bisa dijalankan dengan efektif, efesien dan sistematis
  • Auditor terfokus pada efektivitas pengendalian internal entitas.

My First Timester Pregnancy

Assalamualaikum,

Well kali ini saya akan menulis tentang pengalaman saya menjalani trimester pertama kehamilan saya.

pertama saya akan menceritakan bagaimana saya bisa tahu kalo saya hamil. Sebenarnya agak lucu juga karena saya mengetahuinya secara tidak sengaja.

Semua berawal dari rumah (loh ya iya lah) pada postingan sebelumnya saya sudah menceritakan bahwa saat ini saya pindah mengikuti suami saya ke sintang, dengan keadaan tersebut otomatis aktivitas saya yang tadinya super sibuk dan super stress berkurang drastis, saat pertama saya pindah saya berencana untuk tetap bekerja sambil mengurus suami jadilah selama 2 minggu awal keberadaan saya, yang saya lakukan adalah menyebarkan CV ke semua instansi yang mungkin menerima saya sehingga motor yang biasanya dipakai suami saya ke rumahsakit tempat dia bekerja saya pakai.

Satu lagi kebiasaan saya ketika semua pekerjaan rumah telah selesai kemudian yang saya lakukan adalah tidur siang. Saat itu setelah selesai tidur siang saya merasa kegerahan dan ingin sekali mandi selain itu saya juga berencana untuk menjemput suami saya.

Jarak dari kamar tidur ke kamar mandi memang tidak jauh kebetulan sembari jalan ke kamar mandi tidak sengaja saya melihat alat tes kehamilan di rak obat tempat praktik dokter suami saya karena saya iseng maka saya ambil satu, kemudian saya coba untuk melakukan tes kehamilan namun saat itu saya tidak berpikir macam-macam dan tidak mau berharap terlalu banyak karena sudah berulang kali saya melakukan tes dan hasilnya hanya satu garis, garis controlnya saja.

ternyata setelah ditunggu, hasilnya menunjukan hal yang aneh. Terdapat 2 garis namun dengan satu garis yang masih samar dan berwana pink. Tidak yakin dengan hasil itu, saya memberitahu suami saya mengenai hal tersebut, saya berharap mendapatkan penjelasan yang memuaskan biar bagaimanapun suami saya kan dokter pasti paham (pikir saya begitu).

Ternyata suami saya juga tidak meyakini bahwa itu menandakan saya positif hamil. Dia bilang lebih baik saya tunggu telat menstruasi saja dan melakukan tes ulang. Parahnya saya tidak ingat tanggal berapa saya haid. Kemudian karena saya masih penasaran maka saya konsul dengan adik saya yang bekerja sebagai bidan. Adik saya menjelaskan bahwa hormon HCG tidak akan terdeteksi jika memang tidak ada proses pembuahan dia langsung menyelamati saya bahwa saya akan menjadi seorang ibu.

Nah saya dilema kan antara apakah saya harus mempercayai Dokter ataukah Bidan..ditambah saya tidak ingat tanggal berapa haid terakhir saya. Jadilah saya hanya bisa merenung…btw begini bentuk hasil tes saya:

First time pregnancy testTerlihat disana kan kalau garisnya masih sangat samar…semua itu menjadi sangat membingungkan bagi saya. Saya tidak bisa berharap terlalu banyak, Adik saya menasehati agar saya melakukan tes kehamilan dengan menggunakan urine pertama setelah bangun tidur karena kadar HCG nya tinggi sehingga bisa terlihat lebih tebal garis yang menandakan kehamilannya.

Keesokan harinya dengan semangat penasaran saya melakukan tes kehamilan dengan urine pertama bangun tidur ternyata hasilnya sama. Saya kembali bingung…yang saya lakukan saat itu adalah menelepon eyang putri saya di purwokerto tapi eyang putri juga meragukan akhirnya saya konsul dengan tante saya yang seorang perawat beliau mengatakan saya positif hamil…kemudian saya bertanya ke teman saya yang berprofesi sebagai dokter hewan dia bilang saya positif hamil (ini gak nyambung sih), tidak puas dengan semua itu, saya kembali bertanya kepada kakak perempuan saya yang berprofesi sbg bidan juga beliau mengatakan bahwa saya positif hamil.

Tapi suami saya masih meragukan sampai pada akhirnya setelah saya menunggu hingga melewati tanggal perkiraan haid terakhir, saya memberanikan diri untuk melakukan tes ulang..dan hasilnya memang lebih tebal kemudian saya tunjukan hasilnya kepada suami saya kebetulan saat itu saya menunjukannya di rumahsakit, mungkin suami saya masih tidak yakin dengan hasil tes kehamilan saya, untuk mendapatkan second opinion dia memanggil bidan rumahsakit dan menunjukan hasil tes kehamilan saya kepadanya,Bidan tersebut berkata “ini positif dok” tapi untuk yakinnya di cek saje ke Obgyn.

Suami saya langsung sumringah mengetahui istri tercintanya hamil. Kira-kira 3 hari setelah saya dinyatakan hamil dan suami mempercayai hal tersebut, saya merasakan keanehan mungkin karena perubahan hormon terdapat flek-flek dan perut saya agak mulas. Takut terjadi apa-apa kemudian akhirnya saya dan suami memutuskan untuk mengkonsulkan hal tersebut ke Obgyn.

Setelah sampai di Obgyn dan melakukan konsultasi, Obgyn pertama menjelaskan bahwa saya memang positif hamil walopun hasil tes saya masih samar karena alat tes kehamilan tidak akan bereaksi ketika tidak ada HCG yang terdeteksi. Kemudian sedihnya Beliau menyampaikan bawa saya harus bedrest total karena pada trimester awal kehamilan jika terdapat flek dan rasa mulas maka itu tandanya bisa terjadi kemungkinan keguguran. Obgyn juga menyarankan agar saya melakukan cek up 2 minggu setelahnya.

Saat itu saya sangat sedih, Obgyn hanya memberikan saya obat penguat kandungan (Cygest 200 mg) dan menyarakan untuk bedrest total. Akhirnya sejak saat itu suami saya benar-benar menjadi suami yang siaga. 2 minggu setelahnya saya dan suami kembali mendatangi Obgyn untuk cek up. Beliau bertanya apakah saya masih mengalami flek, saya jawab tidak.

Saat itu yang ada dipikiran saya adalah saya ingin memastikan bahwa kehamilan saya berada di posisi dan bentuk yang benar. Bukan kehamilan Ektopik (kehamilan diluar rahim) atau kehamilan Morula (Hamil Anggur). Obgyn mempersilahkan saya untuk melakukan USG.

Saat awal USG, Obgyn mengalami kesulitan untuk mengetahui letak Gestational Sac (Kantung Kehamilan) akhirnya saya disarankan untuk meminum air agar kandung kemih saya penuh dengan air dan bisa menekan rahim. Saya menuruti saran Obgyn untuk menunggu di luar dan minum air sebanyak mungkin sampai saya kebelet pipis.

Sekitar setengah jam kemudian, Obgyn memanggil saya dan suami walopun saya belum benar-benar ingin pipis. Saat USG kedua, Obgyn masih juga kesulitan mengetahui letak Gestational Sac saya, sampai lama dan akhirnya ketemu namun wajah Obgyn memperlihatkan sesuatu yang tidak menggembirakan dan mulailah Obgyn menyampaikan bahwa dia tidak yakin kalo posisi Gestational Sac saya berada di rahim. Saya pun langsung lemes.

sambil ngomong sana-sini tiba-tiba Obgyn meminta saya untuk melakukan USG ketiga kalinya…dengan perasaan yang sudah desperate saya menuruti saran Obgyn..dan akhirnya Obgyn tersenyum. Saya dipersilahkan duduk dan kemudian beliau memprinkan hasil USG saya dan menuliskan GS INTRAUTERIN (Kantong kehamilan berada didalam rahim) TP (Tanggal Partus/Tanggal perkiraan kelahiran) 16 Januari 2014, Usia kehamilan 6-7 minggu. Saya sangat bahagia…sampai sedikit meneteskan air mata. Mungkin suami saya juga merasakan hal yang sama. Beginilah kira-kira hasil USG saat kehamilan 6-7 minggu:

f44d320acdd411e28b8322000a1f92ef_7

Setelagnya kami pulang dengan perasaan bahagia. Ternyata seminggu setelah itu saya mengalami hiperemesis gravidarum (muntah berlebihan) yang akhirnya saya harus masuk RS kebetulan yang merawat saya adalah suami saya sendiri dari mulai memilihkan cairan infus dan obat anti muntah yang aman bagi ibu hamil karena yang merawat adalah suami saya, saya bisa bernegosiasi berapa lama saya di RS dan harus pakai infus hehehehe…saat itu saya hanya mau di opname 3 hari padahal ya kondisi saya belum begitu baik.

Penderitaan saya belum berakhir seminggu setelah saya masuk RS saya terkena batuk berdahak dan sesak plus pilek selain itu hiperemesis saya masih berlangsung. Suami saya menyarankan agar saya meminum obat batuk GG atau ambroxol sebagai ekspektoran dahak namun saya tolak karena saya masih bisa menahan. Sampai saya akhirnya tidak tahan dan meminum GG dan akhirnya diganti dengan ambroxol. Namun karena saya merasa tidak begitu nyaman dengan obat dan saya juga mengkhawatirkan kondisi janin saya maka saya memustuskan untuk tidak meminum obat lagi saya hanya minum obat selama 3 hari selebihnya saya tahan. Dan hal itu berlangsung hampir satu bulan..(hiks hiks).

Saya hanya bisa berbaring dikamar, makan pun hanya sedikit saja. Sedih sekali rasanya. Tepat setelah sebulan saya sudah bisa sedikit menelan makanan dan batuk juga sudah mereda saya iseng membaca forum ibu hamil, disitu disampaikan bahwa beberapa hal yang harus diperhatikan adalah apakah mengalami Blighted Ovum (kehamilan Kosong) karena tidak ada tanda spesifik apakah seorang ibu mengalami BO atau tidak dan parahnya BO bisa bertahan sampai usia kehamilan 16 minggu (4 bulan).

Jadilah saya kepikiran sedangkan suami saya biasa-biasa saja mungkin karena saya tidak pernah mengeluhkan macem-macem kecuali saat itu saya sekali lagi mengalami flek karena stress dengan cuaca di sintang.

Suami menyarankan agar saya melakukan cek up di akhir juni saja saat kehamilan saya sudah melewati masa 11 menuju 12 minggu.

Singkat cerita saya dan suami kembali menemuni Obgyn pada akhir Juni ini dan tanpa kesulitan yang berarti Obgyn berhasil melakukan USG dengan baik dan menyatakan bahwa Janin sudah berkembang, Detak Jantung positif dan janin saya sehat.

Sujud syukur, praise to Allah…dan inilah hasil USG kehamilan usia 11 menuju ke 12 minggu:

80c16cb0df9111e2a2f022000a9e0b54_7

Nah sekian dulu ya postingan pengalaman saya tentang kehamilan trimester semoga ada hal yang bermanfaat yang bisa diambil dari postingan kali ini. Nanti saya lanjutkan lagi insya Allah untuk postingan kepindahan saya dari Sintang dan kehamilan secontrimester saya…

 

 

Salam hangat semua,

 

 

 

Moving to Sintang West Borneo

Assalamualaikum,

udah lama banget saya gak nulis blog karena saya sibuk kerja kemaren-kemaren dan akhir-akhir ini saya disibukkan oleh aktivitas mual dan muntah-muntah..hehehehe.

Well bahasan kali ini judulnya adalah Moving yang berarti PINDAH…loh maksudnya apa?oke biar saya jelaskan…Officially sejak akhir April saya pindah ke Sintang Kalimantan Barat, sebuah kabupaten terpencil dikawasan Kalimantan Barat.

Heran gak kenapa saya pindah?mana ketempat yang terpencil lagi secara pekerjaan saya dulu berdomisili di Jakarta dan merupakan perusahaan Multinasional pasti gak ada cabang dong di daerah terpencil seperti ini.

Yap, Saya ikut suami saya yang bekerja sebagai Dokter tentara, menemani dan mendampingi suami disini..Perasaan saya setelah pindah ke Sintang mulanya sedih karena pada akhirnya saya harus surrender karir saya dan menjadi ibu rumah tangga biasa, banyak galau, banyak cemberut dan banyak gelisah.

Ini wajar karena memang butuh waktu dan keikhlasan untuk melepaskan cita-cita demi keluarga. Namun seiring dengan berjalannya waktu saya semakin menikmati peran saya sebagai ibu rumah tangga, pagi hari beberes rumah, memasak untuk sarapan suami (kalo sempat), dan menunggu suami pulang, mendengarkan dia bercerita tentang kehidupan karir dan suasana kerja ditambah sekarang Alhamdulillah saya sudah dikaruniai rezeki berupa kehamilan, hal yang paling saya dambakan dari dulu.

Dulu saya mempunyai paradigma yang sempit ketika mendengar seorang wanita yang telah menikah kemudian berani mengorbankan karirnya dan mengikuti suami dan hanya menjadi ibu rumah tangga biasa namun sekarang saya bisa memahami..walopun saya masih ingin tetap dan terus membangun cita-cita dan kemandirian saya sebagai seorang wanita yang berpendidikan.

Menikah bukanlah akhir dari segalanya namun justru awal dari segalanya, awal dari seorang wanita belajar menjadi istri yang baik bagi suaminya, ibu yang baik bagi anak-anaknya dan pribadi yang bijak bagi dirinya sendiri.

Well, ternyata Tuhan mungkin tahu bahwa saya tidak terlalu suka tinggal di daerah terpencil dan Praise to Allah minggu depan saya pulang ke Jawa bukan karena saya ingin meninggalkan suami saya tapi karena suami saya ditugaskan untuk mengikuti pendidikan manajemen rumahsakit bergerak yang merupakan program kerjasama antara TNI AD dengan KEMENKES.

Pendidikan suami saya akan dilaksanakan di Jakarta, selama pendidikan tidak dibolehkan membawa istri karena memang masuk asrama khusus jadilah saya tinggal di Purwokerto kampung halaman saya.

Dengan sudah terbiasanya saya hidup bersama suami kemudian harus berpisah seperti ini, ada rasa sedih yang dalam…tapi semua itu harus saya tepis demi kebaikan karir suami saya.

Menjadi wanita bukanlah hal yang mudah tapi menjadi wanita merupakan kemuliaan tersendiri..

Jangan pernah menyesal untuk selalu memberikan hal yang terbaik untuk suami dan anak-anak karena semua kemuliaan keluarga berasal dari keikhlasan istri dan kasih sayangnya..

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”

Semoga postingan saya bisa sedikit menginspirasi…sampai disini dulu postingannya besok saya lanjutkan lagi tentang sesi kehamilan dan lika-likunya…semoga bermanfaat yaaaa…

 

Salam Hangat,

 

 

 

It’s A New Year

when you hear the word NEW YEAR…

it must be connected to the resolution….hehehee yap here before i write many things about resolution…i would like to say:

 

HAPPY NEW YEAAARRRR BLOGGERRRRRR……

 

hehehheehe…

2012 overview:

1. First of all i would like to thank God for the bless and the mercy, i am married in 2012…who do i marry with? *kasi tau gak yaaaaa……uhuy….

2. i am promotted…alhamdulillah…

3. i have my haura haifa gallery, it is my own online shop that sell all the HIJAB OUTFIT..u can the gallery trough FB by searching it on google

those are the achivements

and here are the resolutions for 2013

1. Resign from my current office or let say i am signing of from EY

2. Be with my lovely husband…where?ehehehehee..it is secret

3. Designing and make my own brand for Haura Haifa Gallery

4. Be a Writter

5. get my master degree

6. Having a cute baby girl…

and that’s all i wanna achieve in 2013…

May all the good things come and the bad one fade away…aamiin.

Menikah

Assalamualaikum…

Hehehe akhirnya saya nulis juga setelah sekian lama vakum menulis dan ini juga kali pertama setelah menikah aku nulis…aku resmi menikah tanggal 28 Oktober 2012…sebelumnya aku memang sudah menikah juga…

loh?kok bisa?kamu janda ya?

oh bukan-bukan maksudku, aku sudah menikah juga secara militer…

maksudnya?

jadi karena suamiku adalah anggota TNI AD jadi ajah aku harus mengikuti serangkaian prosedur kemiliteran yang ribetnya Masya Allah…tapi alhamdulillah semuanya sudah berlalu…dan akhirnya sekarang aku sudah jadi seorang istri..

kalo ditanya, gimana rasanya menikah?

hehehe jawabnya adalah gado-gado…manis, asam, manis, pedas campur jadi satu tapi alhamdulillah rasanya lebih menyenangkan ketimbang pacaran gak jelas…

Setelah menikah, kadar sayang dan cinta itu makin bertambah kemudian kegalauan akibat misalnya:

1. Galau karena takut dia gak cinta sama kita

2. Galau karena gak dilamar

3. Galau karena tidak diperjuangkan

4. Galau karena takut dia bakal ninggalin kita buat cewek lain

SIRNA SUDAH.

Menikah memang salah satu sunnah nabi…tapi bukan berarti pas nikah semua kegalauan gak ada cuman berganti aja kok dari galau karena masalah gak penting menjadi galau karena masalah yang lebih penting dan lebih besar.

Kayaknya di tahun 2012 ini banyak sekali teman-teman aku yang menikah, mungkin karena alasan umur juga..mengingat umurku dan teman-teman sudah menginjak angka 25..

Bagi cewek nikah di usia 20an itu menjadi target, tidak seperti laki-laki..tapi menikah di usia berapapun yang terpenting adalah niatnya, niat menyempurnakan agama…

well, sekian dulu tulisan dariku…nanti akan ada postingan selanjutnya yang lebih bermanfaat dan edukatif tentunya…

Happy Desember Month yaaa Guys..

Wassalamualaikum Wr. Wb

Our Wedding Invitation

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalam’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Kami,

 

Ajeng Tita Nawangsari, SE,Ak dan,

Lettu Ckm dr. Doni Saputera

 

bermaksud melaksanakan syari’at agama Mu, dan mengikuti sunnah Rasul Mu dalam membentuk keluarga yg sakinah mawaddah wa rahmah.

Untuk itu, kami bermaksud menyelenggarakan syukuran resepsi pernikahan kami yang insyaAllah akan dilaksanakan pada:

Minggu, 28 Oktober 2012
Pukul 11.30-13.00 WIB
Bertempat di Gedung Kodim Wijayakusuma Purwokerto
Oleh karenanya, kami bermaksud mengundang teman sekalian dalam acara syukuran resepsi pernikahan kami. Tiada yang lebih membahagiakan bagi kami selain doa dan restu serta kehadiran teman-teman. Semoga dengan kehadirannya bisa memberikan berkah dalam pernikahan kami dan mempererat tali silaturahmi.

Atas perhatian, doa dan kehadirannya kami ucapkan terimakasih

Wassalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

 

Days

Recently aku berpikir tentang banyak hal, bukan karena aku doyan mikir tapi karena emang lagi banyak pikiran. Well emang bener kayaknya apa yang kita pengen bisa jadi bukan yang terbaik buat kita makanya kudu bener-bener pinter ngatur pikiran supaya gak down.

banyak hal yang berubah selama beberapa bulan ini, sisi positifnya aku jadi makin ceria dan banyak tersenyum sisi menantangnya aku kembali dipertemukan dengan sesuatu yang aku sebut sebagai kelas kehidupan dimana Tuhan sedang mendidik aku untuk menjadi manusia dewasa yang lebih bertanggungjawab.

Hal yang paling penting yang aku ingat setiap pagi ketika aku bangun dan menatap kehidupan adalah Tuhan tahu mana yang baik buatku dan mana yang tidak sehingga walopun dalam satu hari aku merasa sangat down ada momen dimana aku bersyukur.

kalo dibilang aku kurang bersyukur, bisa jadi tapi kalo dibilang aku gak bersyukur itu gak bener karena walopun aku ngeluh sampe guling-guling aku tetap berjalan dan melakukan semua hal yang paling baik dariku untuk terus maju dan memperbaiki semua yang salah.

Belajar bijaksana memang tidak mudah apalagi belajar ikhlas jauh lebih susah tapi itu bukan alasan untuk tidak terus belajar menjadi bijaksana dan ikhlas.

Setiap anak adam memang akan diuji selama masih bernafas…selama mata masih bisa memandang dan selama raga masih dikandung badan…

Jadi janganlah gelisah dan bersedih karena setiap kejadian terdapat suatu masa….

La Tahzan Innallaha Ma’ana…..

Kejadian Setelah Periode Pelaporan-PSAK 8 Revisi 2010

Pertama ketika membaca materi tentang kejadian setelah tanggal neraca dipikiran saya masih susah untuk dibayangkan mungkin karena saya tidak terjun langsung dalam praktek penyusunan laporan keuangan, maklum saya kan masih kuliah waktu itu. Saya akan memulai pembahasan mengenai topik ini diawali dengan penjelasan tujuan dikeluarkannya PSAK yang mengatur tentang subsequent event ini

Dalam PSAK 8 Revisi 2008, disebutkan bahwa tujuan pernyataan PSAK 8 ini adalah untuk menentukan:

  • Kapan entitas menyesuaikan laporan keuangannya untuk peristiwa setelah tanggal laporan keuangan;dan
  • Pengungkapan yang dibuat entitas tentang tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit dan peristiwa setelah periode laporan keuangan

Peristiwa setelah periode pelaporan adalah peristiwa yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit, baik peristiwa yang menguntungkan maupun tidak. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Peristiwa yang memberikan bukti atas adanya kondisi pada akhir periode pelaporan (peristiwa penyesuaian setelah periode pelaporan); dan
  • Peristiwa yang mengindikasikan timbulnya kondisi setelah periode pelaporan (peristiwa non penyesuaian setelah periode pelaporan)

Dari dua peristiwa diatas, untuk lebih mudahnya saya akan menjelaskan dari sisi pengalaman saya. Peristiwa yang membutuhkan penyesuaian setelah periode pelaporan misalnya adalah suatu peristiwa yang secara signifikan akan mempengaruhi jumlah yang tercatat dalam laporan keuangan, contohnya jika suatu entitas memiliki suatu jenis investasi dalam bentuk obligasi jika pada saat setelah manajemen menyelesaikan laporan keuangan mereka (menyelesaikan membuat draft laporan keuangan) dan siap untuk terbit ternyata rating obligasi yang dimiliki oleh entitas mengalami penurunan yang cukup signifikan sehingga entitas perlu melakukan penyesuaian terhadap jumlah cadangan kerugian atas investasi tersebut, maka entitas harus melakukan penyesuaian terhadap jumlah investasi obligasi yang dilaporkan dalam jumlah netto (setelah dikurangi dengan cadangan kerugian).

Agak menyimpang dari topik pembahasan, saya perlu menegaskan bahwa tugas penyusunan laporan keuangan dan menyesuaikan segala informasi dalam laporan keuangan merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen, bukan tugas dan tanggungjawab auditor. Tugas auditor hanyalah memberikan usulan atas penyesuaian yang perlu dilakukan oleh manajemen sehingga laporan keuangan dapat disajikan secara handal.

Untuk beberapa kejadian yang tidak secara signifikan mempengaruhi jumlah yang dilaporkan, maka kejadian tersebut hanya perlu di ungkapkan dalam catatan laporan keuangan bagian yang mengungkapkan tentang kejadian setelah tanggal laporan keuangan. Untuk kasus ini, contohnya ketika entitas berencana melakukan corporate action (menerbitkan saham atau obligasi, mengakuisisi perusahaan) setelah laporan keuangan telah diotorisasi oleh manajemen untuk terbit.

Sebenernya kapan sih periode pelaporan keuangan? Biasanya untuk perusahaan di Indonesia periode laporan keuangan itu antara 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Nah kejadian setelah tanggal laporan keuangan itu kapan? Kejadian setelah tanggal 31 desember dan setelah manajemen merampungkan draft laporan keuangan mereka untuk siap terbit. Kapan sebenernya laporan keuangan terbit?Jika entitas merupakan perusahaan yang terdaftar di bursa, maka laporan keuangan terbit dan diserahkan ke otoritas terkait paling lambat di hari kerja terakhir bulan Maret.

Contoh dilapangannya seperti ini, misalkan klien saya jadwal tutup buku adalah di tanggal 31 Desember dan klien saya menyelesaikan draft laporan keuangan di tanggal 14 februari untuk periode pelaporan yang berakhir pada 31 Desember dan direncanakan untuk terbit tanggal 30 Maret maka dari tanggal 31 Desember sampai dengan tanggal 30 Maret itulah yang dinamakan dengan tanggal setelah tanggal laporan keuangan, jika ada kejadian maka kejadian tersebut merupakan peristiwa setelah tanggal laporan keuangan (subsequent event).

Diatas telah disinggung sedikit mengenai beberapa peristiwa signifikan maupun non signifikan yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan. Berikut saya akan cuplikan beberapa peristiwa setelah tanggal pelaporan yang diatur dalam PSAK 8 Revisi 2010.

Peristiwa penyesuaian setelah periode pelaporan

  • Penyelesaian kasus pengadilan setelah periode pelaporan yang memutuskan bahwa entitas memiliki kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Entitas harus menyesuaikan provisi yang terkait dengan kasus pengadilan tersebut sesuai dengan PSAK 57 (Revisi 2009).
  • Penerimaan informasi setelah periode pelaporan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai asset pada akhir periode pelaporan, atau penyesuaian atas jumlah yang sebelumnya telah diakui sebagai rugi penurunan nilai asset, misalnya seperti kebangkrutan pelanggan yang terjadi setelah periode pelaporan, penjualan persediaan setelah periode pelaporan mungkin memberikan bukti tentang nilai realisasi netto pada akhir periode pelaporan
  • Penentuan setelah periode pelaporan atas biaya perolehan asset yang dibeli atau hasil penjualan asset yang dijual sebelum akhir periode pelaporan
  • Penentuan jumlah pembayaran bagi laba atau bonus setelah periode pelaporan. Jika entitas memiliki kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif kini pada akhir periode pelaporan untuk melakukan pembayaran sebagai akibat dari peristiwa setelah tanggal tersebut (lihat PSAK 24, Imbalan kerja)

Sedangkan peristiwa yang tidak membutuhkan penyesuaian terhadap laporan keuangan namun disyaratkan melakukan pengungkapan atas transaksi tersebut misalnya adalah penurunan investasi pada saat setelah tanggal pelaporan keuangan, transaksi ini tidak memerlukan penyesuaian terhadap jumlah yang tercatat dalam laporan keuangan tapi mungkin membutuhkan pengungkapan tambahan atas kejadian tersebut.

Begitu juga dengan pembagian dividen, jika setelah periode pelaporan entitas mendeklarasikan dividen untuk pemegang saham, maka entitas tidak mengakui dividen tersebut sebagai liabilitas pada akhir periode pelaporan.

Nah sekarang bagaimana dengan masalah kelangsungan usaha, apakah hal tersebut dijelaskan dalam PSAK 8 ini, disebutkan bahwa entitas tidak menyusun laporan keuangan dengan dasar kelangsungan usaha jika setelah periode pelaporan diperoleh bukti kuat bahwa entitas akan dilikuidasi atau dihentikan usahanya, atau jika manajemen tidak memiliki alternatif lain yang realistis kecuali melakukan hal tersebut. Jika asumsi kelangsungan usaha sudah tidak tepat, maka dampaknya sangat pervasif sehingga pernyataan ini mensyaratkan perubahan mendasar dalam penggunaan dasar akuntansi, bukan penyesuaian atas jumlah yang diakui dengan dasar akuntansi semula.

Nah demikian kira-kira paparan mengenai peristiwa setelah periode pelaporan, semoga penjelasan saya tidak membingungkan , hehehhee

Pengakuan Pendapatan (PSAK 23 Revisi 2010)

Kali ini saya akan mencoba membagi pemahaman saya tentang Pengakuan pendapatan. Sumber referensi yang akan saya pakai adalah PSAK 23 revisi 2010.

Secara definisi, pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Sesuatu dikatakan sebagai pendapatan jika berasal dari:

–  Penjualan barang

–  Penjualan jasa

–  Penggunaan asset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalty, dan deviden.

Penjualan barang ini meliputi barang yang diproduksi (manufactured) atau barang yang dibeli dengan tujuan dijual kembali dalam suatu siklus operasi entitas. Untuk pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas sewa menyewa tidak dijelaskan dalam pembahasan ini karena ada PSAK tersendiri yang membahas tentang hal tersebut.

Permasalahan yang mungkin timbul dari pengakuan pendapatan adalah kapan pendapatan bisa diakui oleh suatu entitas?

Menurut kriteria pengakuan pendapatan yang terdapat dalam PSAK 23, suatu entitas dapat mengakui pendapatan jika memenuhi kriteria di bawah ini:

  • Entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli.
  • Entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual.
  • Jumlah pendapatan dapat diukur secara handal
  • Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan  transaksi tersebut mengalir ke entitas dan,
  • Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan tersebut dapat diukur secara handal.

Sedangkan menurut IAS 18, pendapatan dapat diakui oleh entitas ketika risiko yang melekat pada barang atau jasa telah berpindah ke pembeli atau pengguna jasa. Hal ini agaknya sedikit lebih longgar dibandingkan dengan ketentuan yang diterapkan oleh US-GAAP sebelumnya dimana pendapatan diakui ketika sudah memenuhi dua kriteria yaitu earned dan realized selama kedua kriteria tersebut belum terpenuhi maka entitas belum dapat mengakui pendapatan, tetapi tetap harus mengakui beban yang timbul dari usaha memperoleh pendapatan tersebut.

IFRS dalam IAS 18 menyebutkan bahwa entitas harus memenuhi dua kriteria yang tidak boleh dipisahkan dalam mengakui pendapatan yaitu:

a)  Risiko yang melekat pada pada barang dan jasa (yang diperjualbelikan) berpindah ke pembeli

b)  Ketentuan a akan tidak berlaku jika barang atau jasa yang diserahkan secara penuh (dan risiko yang melekat pada barang/jasa tersebut berpindah ke pembeli) namun kepastian pembayaran dari pembeli tidak dapat di ukur secara handal, maka entitas belum dapat mengakuinya sebagai pendapatan.

Dalam hal ini ada yang berpendapat bahwa ketentuan IAS 18 tentang kriteria pengakuan pendapatan lebih mengarah ke cash basis, tapi menurut bijak saya disini memang bisa diidentifikasikan mengarah ke cash basis, tetapi bisa juga diterapkan untuk accrual basis karena jika suatu entitas bisa mengidentifikasikan dengan handal berapakah jumlah pendapatan yang akan di terima dan berapakah jumlah biaya yang timbul atas transksi tersebut maka entitas bisa mengakui pendapatan tidak terpaku pada berapakah jumlah yang telah diterima oleh entitas tersebut.

Bagaimana dengan penjualan barang secara konsinyasi?apakah pendapatan atas penjualan tersebut bisa kita akui sebagai pendapatan sesuai dengan PSAK 23? Jawabannya adalah tidak bisa karena pada penjualan konsinyasi, tidak terdapat perpindahan risiko baik secara keseluruhan atau secara signifikan dibuktikan dengan masih diakuinya penjualan konsinyasi tersebut sebagai persediaan penjual, kemudian penjual juga belum bisa memastikan berapakah jumlah barang yang terjual.

Pada kasus lain, biasanya ketika terjadi penjualan barang disertakan perjanjian mengenai retur karena barang rusak atau barang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh pembeli, dalam hal ini menurut ketentuan PSAK 23 dan IAS 18, penjual bisa saja mengakui pendapatan atas penjualan barang tersebut selama:

  1. Penjual bisa mengestimasi berapakah jumlah retur secara handal
  2. Biaya yang menyertai penjualan dan retur tersebut bisa diestimasi

Jika kedua kriteria diatas tidak bisa dipenuhi oleh penjual maka penjual belum bisa mengakui pendapatan, namun biaya yang timbul dalam rangka memperoleh pendapatan harus diakui sebagai beban berjalan.

Penentuan kapan entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan kepada pembeli memerlukan pengujian. Pada umumnya, pemindahan risiko dan manfaat kepemilikan terjadi pada saat yang bersamaan dengan pemindahan hak milik atau penguasaan atas barang tersebut kepada pembeli. Seperti misalnya pada transaksi penjualan secara ecer, dalam kasus lain pemindahan risiko dan manfaat kepemilikan terjadi pada saat yang berbeda dengan pemindahan hak milik atau penguasaan atas barang tersebut. Jika entitas menahan risiko signifikan dari kepemilikan, maka transaksi tersebut bukanlah penjualan dan pendapatan tidak diakui. Entitas dapat menahan risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan dalam berbagai cara, diantaranya adalah:

a. Jika entitas menahan kewajiban sehubungan dengan pelaksanaan suatu hal yang tidak memuaskan yang tidak dijamin oleh ketentuan jaminan normal.

b. Jika penerimaan pendapatan dari penjualan bergantung pada pendapatan pembeli dari penjualan barang yang bersangkutan.

c. Jika pengiriman barang barang bergantung pada instalasinya dan instalasi tersebut merupakan bagian signifikan dari kontrak yang belum diselesaikan entitas dan

d. Jika pembeli berhak membatalkan pembelian berdasarkan alasan yang ditentukan dalam kontrak dan entitas tidak dapat memastikan apakah akan terjadi retur.

Sebaliknya jika entitas yang menjual barang hanya menahan risiko tidak signifikan atas kepemilikan, maka transaksi tersebut adalah penjualan dan pendapatan dapat diakui. Misalnya entitas yang hanya menahan risiko yang tidak signifikan dari kepemilikan dalam hal penjualan eceran dengan syarat dapat dikembalikan jika pelanggan tidak puas dan penjual dapat mengestimasi secara handal berapakah jumlah penjualan yang kembali (jumlah retur) berdasarkan data historis yang ada.

Jika dalam suatu transaksi penjual tidak dapat mengestimasi berapakah jumlah penjualan yang mungkin akan terjadi dan penjual juga tidak bisa mengestimasi berapakah biaya yang timbul setiap imbalan yang masuk atas penjualan tersebut tidak boleh diakui sebagai pendapatan tetapi diakui sebagai kewajiban (pendapatan diterima dimuka, dicatat disisi kewajiban).

Pada penjualan jasa, kriteria yang ditentukan sama dengan penjualan barang yang telah dijelaskan diatas, namun untuk penjualan jasa konstruksi diatur tersendiri pada PSAK 34 “Akuntansi Kontrak Konstruksi”.

Diatas disebutkan bahwa PSAK 23 ini juga mengatur pendapatan yang berupa bunga, royalty, dan dividen. Kriteria pengakuan pendapatan untuk ketiga hal ini secara garis besar masih sama dengan kriteria pengakuan pendapatan yang telah dijelaskan diatas, namun secara spesifik bunga, royalty dan dividen bisa diakui sebagai pendapatan jika kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke entitas;dan Jumlah pendapatan dapat diukur secara handal.

Pendapatan diakui dengan dasar sebagai berikut:

  1. Bunga diakui menggunakan metode suku bunga efektif sebagaimana dijelaskan dalam PSAK 55 (revisi 2006). Instrumen keuangan: pengakuan dan pengukuran .
  2. Royalti diakui dengan dasar akrual sesuai dengan substansi perjanjian yang relevan;dan
  3. Dividen diakui jika pemegang hak saham pasti akan mendapatkan pembayaran yang telah ditetapkan sesuai dengan perjanjian.

Ketentuan lain menyebutkan jika pendapatan bunga yang belum dibayar telah diakru sebelum pembelian investasi yang berbunga, maka penerimaan bunga kemudian dialokasikan antara periode sebelum dan sesudah pembelian dan hanya bagian setelah pembelian yang diakui sebagai pendapatan. Royalti diakru sesuai dengan syarat perjanjian yang relevan dan pendapatan juga diakui umumnya dengan dasar tersebut kecuali dengan memperhatikan substansi perjanjian akan lebih sesuai untuk mengakui pendapatan atas dasar sistematis dan rasional lain.

Setalah pembahasan mengenai kapan pendapatan bisa diakui, selanjutnya sebagai pelengkap akan disampaikan juga mengenai pengungkapan pendapatan.

Dalam hal pengungkapan pendapatan di dalam laporan keuangan, entitas harus mengungkapkan beberapa hal berikut ini:

a. Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, termasuk metode yang digunakan untuk menentukan tingkat penyelesaian transaksi penjualan jasa;

b. Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode tersebut, termasuk pendapatan yang berasal dari: penjualan barang, penjualan jasa, bunga, royalty, dan dividen.

c. Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan.

Setalah pembahasan diatas, saya sendiri mempertanyakan satu hal, di kantor saya yang bergerak di bidang jasa audit ini kapankah perusahaan saya mengakui pendapatan?apakah pada saat dikeluarkannya SPK atau saat dikeluarkannya invoice saat penagihan atau malah saat engagement letter ditandatangani?

Kira-kira demikian yang bisa saya sampaikan dalam pembahasan pengakuan pendapatan ini. Semoga bermanfaat.

lebaran

Assalamualaikum…

well kali ini ceritanya tentang lebaran…lebaran tahun ini alhamdulillah banyak banget kebahagiaan yang dirasain…pas ramadhan sih yang bener-bener bikin aku bersyukur, alhamdulillah ramadhan enggak galau lagi dan enggak banyak hal yang dihadepin.

Pas hari pertama mudik, aku mudik tanggal 15 Agustus kalo enggak salah, rute pertama perjalananku adalah ke Garut which is itu adalah rumah bapak sama ibu. Kali ini aku mudik enggak sendirian tapi sama calon suamiku. Pertama kali sampe di Garut semua masih oke dan masih sehat tapi lama kelamaan kok kerasanya dingin banget yah…ternyata setelah malem dinginnya makin menjadi. mulailah aku bersin-bersin dan pilek. Sementara itu calon suamiku masih sehat, pas pulang aku gak kepikiran kalo udara di garut bakal sedingin itu karena setau aku sih ya dinginnnya cuman gitu-gitu aja gak ada yang wow gt tapi eh tapi ternyata dinginnya maksimal.

mulai hari pertama aku udah bersin-bersin jadilah dirumah kerjaanku cuman bersin-bersin tapi yang paling asik dari semua itu adalah pas waktu sahur, biasanya pas sahur aku cuman tinggal kucek-kucek mata doang terus menuju meja makan dan nge hap makanan tapi pas sahur kali ini, aku harus nyiapin makanan buat calon suamiku.

pas pertama nyiapin, bangun jam 2.30 rasanya ituh masih ngantuk secara waktu itu aku lagi enggak puasa. sebenernya pas sahur ini aku enggak masak kerjaannya cuman manasin makanan aja, tapi kan tetep aja ya ngantuk. Ternyata latihan jadi istri tuh enggak gampang…dulu aku kira kerjaan rumahan itu enggak banget, tapi setelah setengah ngerasain aku jadi sadar kalo sejatinya perempuan itu ya kodratnya di rumah buat urus suami dan anak.

setelah selesai aku tugasku selanjutnya adalah ngebangunin orang rumah tapi ternyata orang rumah udah pada bangun…hahahahak. Ya udah sekarang judulnya tinggal nemenin yang puasa sahur, pas nemenin sahur kan masih dini hari tuh dan udara juga masih dingin banget, alhasil akunya masih bersin-bersin juga hahaha….pokoknya tiada hari tanpa bersin dan tissue.

setelah imsak, yang puasa pada solat subuh dan aku kembali tidur, bangun siang…selama liburan lebaran ini aku enggak ada aktifitas yang signifikan paling cuman makan tidur doang.

pas siangnya biasanya kalo enggak diajak pergi sama orang rumah ya nonton tv…sebenernya nyenengin sih liburan gtu tapi kalo kelamaan aku nya gak tahan. aku bukan tipe orang yang suka ngediemin otak sampe jadi bebal. Pengennya aku terus bisa berkreasi dan mikir..hahaha

Biasanya kalo udah diajakin kemana, aku nyempetin buat mandi, tapi kalo enggak diajak kemana-mana mandi itu adalah nomor sekian…hahaha soalnya kalo lagi dingin gitu agaknya susah buat menggerakan badan nyentuh air.

itu adalah foto dimana aku mandi dan dandan soalnya kalo enggak salah aku mau diajakin pergi kemana gitu hahaha..

Jump To Lebaran

pas lebaran, ada kejadian aneh…listrik mati dan idup kayak kedipan mata byar pet byar pet gitu. Kalo gak salah aku bangun jam setengah 5 tapi pas bangun aku enggak langsung bangun…aku kira ada yang bangunin aku soalnya pas melek lampu itu mati idup mati idup gitu….pas aku turun ternyata ibuku juga kesel….

singkat cerita disaat yang lain shalat ied, aku dirumah dan apesnya lagi aku harus mandi pake aer dingin karena listrik mati al hasil heater jadi mati jugaaaaaa……………..mandi berkubang aer es

setelah semuanya pulang ke rumah habis shalat ied, sodara-sodara udah mulai berdatangan buat silaturahmi…kayaknya semuanya nampak pakai baju putih sedangkan gw pake baju merah..berasa salah kostum gak sih?

nah habis sodara-sodara pulang ke rumah masing-masing giliran aku dan mas yang sungkeman…gak pake acara nangis, aku juga gak tahu akhir-akhir ini aku jarang nangis yang lebay gitu mungkin karena akunya juga udah gede kalik ya…

usai sungkeman kita langsung cus ke makan eyang kakung dan eyang putri….seinget aku, kayaknya aku belom pernah ngelihat eyang kakung dan eyang putriku kayak apa…soalnya beliau meninggal kalo enggak salah pas aku masih balita jadi aku enggak bisa inget seperti apa eyang kakung dan yang putri….selesai nyekar, rute selanjutnya adalah ke rumah pak dhe aku atau kalo orang sunda nyebunya adalah Uwa.

sebenernya yang paling penting dari runtutan silaturahmi lebaran ini adalah mudik ke purwokerto….perjalanan ke purwokerto ditempuh lancar-lancar ajah…

sesampainya di purwokerto udah sore banget, aku langsung sungkem saya eyang uti dan jengukin eyang kakung yang udah struk…di Purwoketo suasananya homy banget…ya pada dasarnya sih aku emang lahir dan gede disana…hehehe gimana enggak homy.

esok harinya, aku enggak inget ngapain..yang jelas hal yang paling aku perhatiin adalah ketika aku jengukin temen aku yang sakit di RS…ngejenguk dia membuatku merasa bersyukur masih diberi kesehatan sama Alloh.

setelah prosesi ngider-ngider selesai tibalah waktunya pulang ke peradaban asli…

Alhamdulillah lebaran tahun ini indah dan bahagia semoga lebaran tahun-tahun selanjutnya bisa seindah ini….

Taqobalallohu mina wa minkum, minal aidzin wal faidzin…

Mohon Maaf Lahir dan Bathin yaaaa….